Optimasi Jaringan Internet Dengan Mikrotik dan FreeRadius

Integrasi Mikrotik dan freeradius

Tulisan kali ini akan membahas secara mendalam tentang Mikrotik dan Freeradius. Dengan memaksimalkan kinerja keduanya, Anda akan banyak melihat manfaat yang ditimbulkan.

Fitur Hotspot dari Mikrotik merupakan fitur yang sangat terkenal di seantero Indonesia. Penerapannya menggurita mulai dari internet di kafe, sekolah, kampus, kos-kosan, hotel, hingga bisnis RT/RW Net.

Jika ada yang belum tahu, Secara sederhana fitur ini mirip seperti fitur billing pada warnet, namun implementasinya untuk di jaringan Wifi / Hotspot. Setiap Komputer, laptop & handphone yang ingin terkoneksi ke internet, harus punya akses login menggunakan username dan password terlebih dahulu.

Berikut adalah sedikit tampilan login hotspot jika ada user yang ingin mengakses internet :

Jika Anda pernah mencoba fitur dari Free Wifi.id atau jaringan internet di McDonalds, atau jaringan internet di hotel yang perlu username dan password, itu merupakan contoh nyata implementasi dari fitur Hotspot di Mikrotik.

Selain untuk kebutuhan internal kampus / sekolah / kantor Anda sendiri, Anda juga dapat menggunakan fitur Hotspot Mikrotik ini untuk keperluan bisnis. Bisa untuk memulai bisnis internet di kos-kosan, kafe, atau hotel.

Problem Yang Terjadi

Saking terkenalnya fitur ini dan begitu mudah cara setupnya, akhirnya banyak yang tidak tahu bahwa fitur ini tidak cocok jika digunakan oleh banyak user.

Perlu Anda ketahui bahwa fitur ini hanya cocok digunakan oleh 30-50an user saja. Jika lebih dari itu ? Pasti internetnya menjadi lemot. Walaupun bandwidth internet yang Anda sewa sudah besar.

Fitur Hotspot Mikrotik memang cukup menguras resource dari Router Mikrotik. Semakin banyak user yang terkoneksi, maka kinerja dari Mikrotik anda semakin berat.

Ujung-ujungnya internet menjadi lemot dan Mikrotik Anda bisa hang. Jika dibiarkan terus menerus bisa jadi Mikrotik Anda akan cepat rusak. Ciri-ciri dari Mikrotik yang sudah akan hang adalah ketika CPU Loadnya tinggi seperti ini :

Kenapa fitur ini bisa menguras resource begitu besar ? Fitur Hotspot Mikrotik memiliki proses yang cukup kompleks di dalamnya. Yang paling berat adalah proses autentikasi untuk mencocokkan apakah username dan password yang di input sudah sesuai dengan database yang ada.

Bayangkan ini seperti proses pengecekan tiket pada pintu masuk stadion saat ada pertandingan sepakbola. Petugas tiket akan mencocokkan apakah tiket tersebut sesuai dengan data yang ada, jika cocok maka boleh masuk, jika tidak maka ditolak.

Fitur Hotspot pun sama. Mikrotik akan mencocokkan username dan password yang di input apakah sudah sesuai dengan yang ada di database atau tidak. Jika sesuai maka diperbolehkan mengakses internet dengan konfigurasi yang diinginkan ( misalnya kecepatannya sekian, waktu akses internetnya hanya 2 jam, dll ).

Nah, saat Anda menerapkan fitur Hotspot Mikrotik di sekolah atau kampus yang jumlah usernya bisa 1000-2000an, dan Anda cuma menggunakan 1 buah Mikrotik saja, tentu tidak akan kuat. Resource Mikrotik akan termakan habis untuk pemrosesan autentikasi dan penyimpanan database yang begitu banyak.

Belum lagi masalah penyimpanan data-data user yang ribuan tersebut pasti tidak dapat dikelola dengan baik. Mikrotik tidak punya kemampuan yang lebih dalam pengelolaan database dalam jumlah yang besar. Misalnya untuk export dan import database, tidak punya antar muka web untuk manajemennya dan juga.

Baca juga : Integrasi Mikrotik & Squid Proxy

Integrasi Mikrotik dengan Freeradius

Mikrotik sejatinya hanyalah sebuah Router. Sehingga fungsinya lebih cocok untuk pengaturan traffic, security, dan manajemen bandwidth terkait Networking saja.

Tidak untuk kebutuhan penyimpanan data-data user, proses autentikasi, dan pemrosesan database yang besar dalam fitur Hotspot, yang sejatinya lebih cocok untuk Server. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah layanan terpisah untuk menangani hal terkait autentikasi dan penyimpanan database ini.

Perkenalkan layanan bernama Freeradius.

Freeradius adalah sebuah layanan server yang dapat menggantikan peran Mikrotik untuk kebutuhan autentikasi user dan password berdasarkan database. Freeradius juga didesain spesifik untuk menangani database skala besar. Sehingga pasti performa dan fitur-fiturnya jauh lebih baik.

Analoginya antara Mikrotik yang menangani kebutuhan autentikasi dan database nya sendiri dibanding dengan di serahkan ke Freeradius itu seperti membandingkan antara lulusan Fresh Graduate S1 Keuangan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam mengelola keuangan Negara. Anda tentu bisa menilai mana yang hasilnya lebih baik.

Freeradius dapat di integrasikan dengan fitur Hotspot Mikrotik. Freeradius akan menghandle proses autentikasi dan penyimpanan database, dan Mikrotik tinggal mengurusi pemrosesan traffic networknya saja. Efeknya beban kerja Mikrotik akan jauh menurun, dan tidak akan membuat fitur Hotspot menjadi lemot dan hang lagi.

Beberapa fitur utama dari Freeradius :

  1. Support autentikasi TLS sehingga jauh lebih aman saat proses autentikasi user dan passwordnya. Tidak akan bisa disadap hacker.
  2. Ada antar muka web untuk manajemen database. Disini Anda bisa melakukan import export user, mengedit-edit user, dan manajemen lainnya dengan mudah.
  3. Support untuk jaringan skala super besar. Bahkan ada report dari salah satu yang implementasi Freeradius dapat diterapkan untuk 100 juta user ( sumber Wikipedia ).
  4. Bisa dikembangkan dalam skala yang super besar. Misalnya Anda implementasi Freeradius di kampus ITB Bandung, ketika nanti implementasi juga di kampus ITB Jatinangor itu tetap bisa menggunakan server Freeradius yang sama.
  5. Support berbagai macam database terkenal seperti Postgresql dan Mysql.
  6. Dapat menggunakan 1 buah server biasa atau komputer biasa dengan spesifikasi yang standar untuk Freeradiusnya. Jadi tidak akan menguras budget.

Benefit Implementasi Mikrotik dan Freeradius

Efek utamanya tentu user-user Anda menjadi puas karena internet di jaringan Hotspot Anda yang besar tersebut tidak akan lemot lagi.

User yang puas membuat Anda tidak perlu banyak melakukan maintenance ini itu, tidak perlu menerima keluhan user yang macam-macam, juga bisa meningkatkan pendapatan Anda ( jika Anda bisnis Wifi atau RT/RW Net ).

Benefit-benefit lainnya yang juga dapat Anda rasakan adalah :

  1. Jaringan Lebih aman.
  2. Mikrotik lebih awet. Tidak cepat rusak.
  3. Jaringan internet lebih stabil dan lebih cepat.
  4. Mudah dalam mengelola database user dan password yang banyak.

Jika Anda memang ada rencana untuk berbisnis Wifi seperti Wifi.id atau RT/RW Net di daerah Anda, atau Anda adalah teknisi IT yang mengelola internet untuk banyak user, tentunya akan sangat cocok untuk implementasi Mikrotik dengan Freeradius.

Darimana belajar setting Mikrotik dan Freeradius ?

Modul Eksklusif membangun Mikrotik Hotspot + Freeradius dari Cilsy merupakan modul yang paling cocok untuk mempelajari ilmu ini.

Modul yang seluruh materinya dijamin pasti works 100%, karena ini bukan materi abal-abal yang asal comot di Youtube ataupun google.

Materi modul ini murni buatan mas M. Fakhri Abdillah selaku Trainer dan Tutorial Creator yang sudah membuat puluhan materi di Cilsy. Beliau siap membagikannya kepada Anda secara buka-bukaan.

Full, tidak ada yang ditutup-tutupi.

Silabus materinya pun tidak hanya membahas integrasi Mikrotik dengan Freeradius saja. Tapi benar-benar membahas konsep dasar Mikrotik dari nol. Benar-benar di setup dari awal Mikrotiknya hingga manajemen bandwidth dan Hotspot.

Cocok untuk yang baru belajar Mikrotik dan ingin mengetahui fitur-fitur Mikrotik untuk Hotspot maupun yang hanya fokus ingin integrasi Mikrotik dengan Freeradius nya saja.

Silabusnya lengkapnya dapat Anda lihat sebagai berikut :

1. Introduction
2. Pengertian hotspot
3. Kebutuhan hotspot di masyarakat
4. Hotspot yang ada saat ini
5. Solusi untuk membangun hotspot skala besar
6. Persiapan
7. Topologi
8. Tabel IP allocation
9. Konfigurasi dasar MikroTik
10. Pengaturan Nama Router
11. Pengaturan password
12. Pengaturan interface name
13. Pengaturan IP Address
14. Firewall NAT Masquerade
15. Static Routing
16. DNS
17. Instalasi Debian 8.5
18. Persiapan
19. Download ISO file
20. Metode Instalasi ( Vbox / Proxmox )
21. Instalasi FreeRADIUS, MySQL, dan file-file pendukung.
22. Konfigurasi FreeRADIUS + MySQL
23. Konfigurasi Hotspot pada MikroTik
24. Menghubungkan Radius pada Mikrotik dengan Server FreeRADIUS.
25. Melakukan konfigurasi untuk Hotspot.
27. Mengintegrasikan User pada database di Server FreeRADIUS agar bisa melakukan login Hotspot.
28. Pengujian
29. Pengaturan limitasi bandwidth menggunakan simple Queue dan FreeRADIUS.
30. Kostumisasi tampilan hotspot login.
31. Backup dan Restore Database.
32. Manajemen Freeradius menggunakan Daloradius ( Soon )

Insya Allah modul ini akan sangat cocok pemula dari nol hingga yang sudah mahir sekalipun. Karena materinya membahas secara menyeluruh mulai dari konsep-konsep dari awal hingga step-by step cara settingnya.

Ingin Memiliki Modul Ini ?

Modul ini berbentuk e-book dan video tutorial agar memudahkan Anda saat belajar. E-book untuk yang lebih suka baca dan copy paste, dan video tutorial untuk memperjelas tiap step by stepnya.

Saya jamin, Anda tidak akan menemukan materi selengkap dan sebagus ini di internet. Anda pun dapat jaminan support tanya jawab dan diskusi dari tim support Cilsy, sehingga tidak perlu khawatir kesulitan saat belajar.

Klik gambar dibawah ini untuk lihat daftar videonya ( gunakan kupon DISKON200 agar dapat potongan 200.000 saat pembelian ) :

Penutup

Akhir kata, jika Anda ingin tidak mengalami masalah seperti :

  1. Bingung mau bisnis Wifi dan Internet tidak tahu caranya bagaimana supaya stabil dan user puas.
  2. Internet Hotspot di kantor/kampus/sekolah/RT RW Net Anda lemot.
  3. Mikrotik cepat rusak.
  4. Sering maintenance dan di komplain oleh user sehingga hidup jadi tidak tenang.

Dan ingin merasakan benefit luar biasa berikut :

  1. Internet Hotspot Wifi Anda stabil dan cepat.
  2. User-user Anda merasa puas.
  3. Mikrotik dan perangkat jaringan Anda yang lainnya lebih awet.
  4. Anda bisa buka jasa setting Hotspot sendiri di kos-kosan, hotel, sekolah, kampus, atau cafe untuk menambah pendapatan

Anda wajib belajar cara membangun Hotspot Mikrotik dan Freeradius sekarang juga.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *