Membangun Sistem Proxmox Online, Aman Dan Reliable

Modul mastering proxmox

Saat saya dulu masih seorang IT pemula yang baru diminta bertanggung jawab untuk mengelola server, saya benar-benar tidak tahu konsep membangun server yang baik di perusahaan itu seperti apa.

Akibatnya error sana sini, sistem down sana sini. Untungnya kebingungan ini mengantarkan saya untuk mengenal Proxmox.

Betapa Proxmox dapat membantu saya menerapkan sistem server yang aman, stabil, dan tangguh untuk kebutuhan di industri.

Masalah Utama

Dulu, saat saya pertama kali pegang yang namanya server, pasti saya menginstall dan menyetting server tersebut benar-benar menggunakan sistem apa adanya.

Saya siapkan sebuah PC , saya installkan OS Server (misal Ubuntu dan Debian), lalu seluruh proses konfigurasi seperti instalasi XAMPP, Squid Proxy Server, File Server dll juga langsung saya lakukan disana.

Sebenarnya cara ini terasa baik-baik saja. Sampai suatu ketika muncul 2 masalah utama, yaitu :

  1. Saat server tiba-tiba down, aplikasi / layanan yang di pasang didalamnya mati dan sangat sulit untuk mengembalikan sistemnya seperti sedia kala.
  2. Ketika ingin tambah aplikasi / layanan yang baru, maka kita harus beli PC Server yang baru dengan harga yang mahal.

Itu baru 2 masalah. Belum lagi masalah saya yang tidak tahu bagaimana konsep meng-online-kan server agar bisa diakses oleh semua orang.

Masih bingung bagaimana menerapkan IP publik, domain, hosting dll. Yang mana yang harus dipakai, dan bagaimana konfigurasinya itu juga saya tidak tahu.

Masalah-masalah di atas kelihatannya sederhana. Namun nyatanya betul-betul pelik. Karena membuat saya dimarahi oleh bos apabila terjadi.

Sakit kepala, kerjaan bertambah, harus lembur, harus menambah biaya, dll itu sudah jadi derita saya.

Pada artikel ini saya akan coba jelaskan kenapa hal ini dapat terjadi.

Apa saja kesalahan Anda sebagai seorang IT Support / Sysadmin sehingga menyebabkan problem ini muncul, bagaimana mengatasinya, dan bagaimana gabungan Proxmox dengan sistem lainnya seperti RAID, NAS, hingga Mikrotik apabila digabungkan dapat menjadi 1 solusi konkrit.

Anda akan mengetahui bagaimana seorang IT membangun best practice sistem yang diterapkan di industri-industri besar.

Terutama bagaimana untuk mengaplikasikan sistem server yang reliable 24 x 7 dan sistem server yang dapat online diakses darimanapun tetapi tetap aman dari serangan hacker.

Apa yang salah ?

Kesalahan utama Anda sebagai seorang pemula IT, adalah menerapkan sistem fisik pada seluruh server Anda.

Sistem fisik ini intinya memperlakukan Server layaknya Laptop / PC Biasa. Yaitu 1 komputer 1 OS (sama seperti laptop Anda yang 1 komputer isinya hanya 1 windows / macOS).

Akibatnya Anda hanya bisa menggunakan 1 buah PC server fisik untuk 1 fungsi layanan / aplikasi saja.

Misalnya Anda mau membuat webserver, maka Anda perlu 1 buah PC server fisik. Mau membuat Proxy Server, maka Anda perlu tambahan 1 buah PC server fisik lagi.

Begitu seterusnya.

Apa masalah utama dari hal diatas ? Anda tentunya perlu membayar lebih mahal !

Setiap bertambahnya layanan / aplikasi, Anda perlu membeli PC Server baru dan membayar biaya listrik bulanan yang lebih mahal.

Bahkan Anda juga perlu membeli rak server baru, ruangan server baru & pendingin ruangan baru seiring pertambahan jumlah server Anda.

Kenapa tidak digabungkan saja 1 PC Server dengan fungsi layanan / aplikasi lainnya ?

Hal ini tidak bisa dilakukan. Karena sering kali menyebabkan bentrok antar aplikasi sehingga tidak bisa running. Kalaupun bisa running biasanya performanya juga tidak akan bagus.

Sistem server fisik juga sangat sulit untuk melakukan backup dan restore sistem. Sedangkan sistem backup dan restore sistem ini merupakan komponen penting agar sistem server Anda tetap online 24 x 7 x 365.

Sekalipun bisa, perlu upaya yang sangat manual dan kompleks. Cara kompleks ini benar-benar menyebalkan.

Anda harus belajar berbagai macam literatur, harus buat script sendiri, otak-atik sendiri dsb. Harus orang yang benar-benar punya waktu luang dan yang niat saja yang bisa melakukannya.

Dan tentunya untuk Anda yang seorang IT dan memegang server yang sudah running, tidak akan sempat untuk melakukan ini.

Selain itu ada satu lagi kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh orang IT Pemula. Yaitu jarang memasang sebuah Router di dalam topologinya.

Padahal Router ini kunci utama agar server Anda bisa diakses dari internet dan tetap memastikan server Anda aman dari serangan hacker.

Berikut adalah contoh topologi menggunakan Router yang baik :

Anda bisa bayangkan Router ini seperti seorang satpam yang memeriksa setiap orang yang masuk ke dalam sebuah Bank.

Apabila ada yang mencurigakan, maka satpam akan melarang orang tersebut masuk. Ini seperti analogi Router yang menghalangi serangan hacker masuk ke Server Anda.

Begitupun saat Satpam dapat berperan sebagai penghubung dan perwakilan antara pengunjung dengan orang-orang penting di dalam Bank tersebut.

Ini pula merupakan analogi Router yang berfungsi untuk menghubungkan Server kita ke internet agar bisa diakses oleh siapapun.

Sistem Virtualisasi sebagai Solusi

Anda harus terapkan sistem Virtualisasi + Router di kantor Anda. Sistem gabungan ini yang dapat menjawab seluruh problem yang kita babarkan sebelumnya.

Saya akan coba bahas terlebih dahulu sistem virtualisasinya. Anda bisa lihat gambaran sederhana sistem virtualisasi adalah sebagai berikut :

Intinya Anda dapat membuat beberapa server, hanya dalam 1 buah server saja. Itulah kegunaan utama sistem virtualisasi.

Dengan menerapkan sistem virtualisasi Anda akan mendapatkan 3 benefit utama ini :

  1. Anda dapat membuat sistem yang stabil dan reliable 24×7
  2. Anda dapat menghemat biaya pembelian server dan listrik hingga puluhan juta.
  3. Anda dapat menghemat effort pekerjaan hingga 50%

Kita ambil contoh yang ekstrim. Apabila ada perusahaan yang ingin membangun 100 buah server, maka standar topologinya seperti ini :

Sedangkan jika menggunakan sistem virtualisasi, adalah seperti ini :

Terlihat bukan perbedaannya ? Dengan sistem virtualisasi, Anda tidak perlu membeli 100 buah PC Server. Melainkan cukup membeli 3 buah server fisik dimana masing-masing server fisik itu nantinya diisi oleh 35 server virtual.

Artinya, hanya dengan memiliki 3 buah server fisik, total Anda sudah mempunyai setara 105 server.

Anda bisa bayangkan perbedaan sistem fisik dengan sistem virtualisasi itu seperti perbedaan rumah biasa dengan rumah susun.

Sistem server fisik biasa, itu seperti Anda membangun sebuah rumah diatas sebidang tanah.

Jika Anda hanya perlu 1 rumah, maka memang terlihat tidak ada masalah. Tapi bagaimana jadinya jika Anda sudah saatnya memiliki 5 rumah ?

Tentu Anda harus beli lagi 5 petak tanah dan membangun 5 rumah lagi diatas tanah tersebut. Butuh biaya yang besar dan effort yang tinggi.

Ini sama saja seperti Anda yang ingin menambah 5 aplikasi / layanan baru, maka Anda harus beli juga 5 PC Server baru. Beli harga servernya mahal, bayar listriknya pun lebih mahal.

Sedangkan sistem virtualisasi itu Anda bisa bayangkan seperti rumah susun.

Hanya ada 1 petak tanah, tapi diatasnya dibangun sebuah gedung yang berisi banyak rumah. Anda cukup beli 1 PC Server yang speknya bagus, lalu Anda pasang server-server virtual yang banyak didalamnya.

Jauh lebih efisien dan lebih terjangkau. Bayar listrik pun cukup bayar untuk server saja, tidak perlu banyak server.

Coba kita hitung secara matematis berapa besar anda bisa menghemat biaya jika Anda beralih menggunakan sistem virtualisasi.

Misalnya perusahaan Anda butuh 5 buah server. Maka perhitungannya adalah sebagai berikut :

  • Sistem fisik

Beli 5 buah PC Server standar : Rp. 14.000.000 x 5 server = Rp. 70.000.000
Bayar listrik bulanan (AC, listrik, dll) : Rp. 1.000.000 x 5 server = Rp. 5.000.000 / bln

  • Sistem virtualisasi

Beli 1 buah PC Server yang bagus : Rp. 60.000.000 x 1 server = Rp. 60.000.000
Bayar listrik bulanan (AC, listrik, dll) : Rp. 1.800.000 x 1 server = Rp. 1.800.000 / bln

Total uang yang dihemat untuk pembelian pertama kali : Rp. 20.000.000
Total uang yang dihemat untuk bayar listrik bulanan : Rp. 3.200.000 / bln

Masuk akal bukan ?

Ada 1 lagi keunggulan terbesar dari Sistem Virtualisasi. Seluruh server virtual akan diperlakukan selayaknya file.

Efeknya apa ? Coba anda bayangkan sebuah file gambar. Apa yang akan anda lakukan jika ingin membackup file gambar tersebut ? Anda cukup kopi saja file tersebut ke flashdisk bukan ?

Sebaliknya, apa yang akan anda lakukan kalau ingin merestore ulang file gambar tersebut ke laptop ? Tentunya tinggal kita kopi ulang file gambar dari flashdisk ke laptop kita. Sesimpel itu.

Begitulah yang juga terjadi pada server virtual. Anda dapat membackup dan merestore keseluruhan sistem server Anda semudah mengkopi file.

Misalnya anda ingin backup sistem server Anda yang berisi website perusahaan kantor Anda. Maka Anda tinggal kopi file server virtual tersebut ke harddisk eksternal.

1 file ini benar-benar berisi seluruh sistem, data dan konfigurasi lengkap !

Sehingga apabila suatu saat server fisik utama Anda down, anda tinggal restore keseluruhan sistem Anda semudah mengkopi file juga.

Klik, klik, klik, drag and drop, selesai !

Bayangkan dari yang seharusnya membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengembalikan sistem yang down, menjadi hanya dalam hitungan menit saja jika Anda menerapkan sistem virtualisasi.

Sebagai tambahan Anda juga perlu menambahkan tambahan 1 buah Router sebagai alat utk membuat server Anda dapat diakses secara online dan sebagai benteng pertahanan utama dari serangan hacker.

Bingung bagaimana implementasinya ? Tenang saya akan coba beri petunjuknya. Tetap lanjut membaca sampai akhir ya !

Kenapa Harus Proxmox ?

Untuk mewujudkan sistem virtualisasi sangatlah mudah. Kita tinggal install OS khusus untuk virtualisasi ke PC Server fisik kita.

Beberapa OS Virtualisasi yang terkenal adalah :

  1. VMWare
  2. Windows HyperV
  3. Proxmox
  4. Xen Server

Tiap-tiap merk OS tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Selayaknya kita membeli sepeda motor, antara merk Yamaha, Honda, dan Suzuki pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Dari gambar diatas Proxmox ini mempunyai kelebihan utama yang menurut saya paling keren dibanding yang lain.

Yaitu Free tanpa ada batasan fitur !

Anda benar-benar bisa menggunakan Proxmox dengan performa dan fitur selayaknya VMWare untuk bisa digunakan di lingkungan industri hingga enterprise tanpa membayar sepeserpun.

Bahkan sudah ada 2 kampus besar (Universitas Indonesia dan Politeknik Negeri Bandung) dimana mereka sudah migrasi sistem VMWare mereka ke sistem Proxmox.

Saya pun sudah pernah mengimplementasikan Proxmox selama 3 tahun terakhir ini dan hasilnya sangat baik.

Benar-benar running dengan sempurna, performa bagus, dan cocok untuk di Industri apapun (kecil hingga enterprise).

Satu-satunya fitur berbayar dari Proxmox adalah jika perusahaan Anda membutuhkan tim support 24 x 7 terkait Proxmox.

Ini sangat cocok untuk Anda terapkan di perusahaan yang memang sudah besar dan memiliki dana yang cukup.

Jadi Proxmox kesimpulannya sangat-sangat-sangat cocok untuk Anda terapkan segera di Industri Anda masing-masing.

Mulai dari yang paling kecil seperti warnet sampai perkantoran yang topologi servernya sangat rumit, bisa.

Kendala yang sering ditemui

Sayangnya ilmu Proxmox dan Virtualisasi ini sangat jarang ditemui yang berkualitas dan komprehensif untuk bisa langsung diterapkan di industri.

Sehingga hanya ada sedikit saja orang yang menguasainya.

Ini juga yang menimbulkan efek domino. Dimana harga jasa setting untuk implementasi Proxmox ini menjadi sangat mahal (akibat dari sedikit sekali orang yang bisa).

Perusahaan Anda harus merogoh kocek yang dalam apabila ingin menerapkan Proxmox.

Untuk bisnis yang masih menengah dan kecil seperti pengusaha warnet mana mungkin mempunyai dana untuk menggunakan jasa setting profesional ?

Anda yang mengajukan ke bos Anda pun sudah pasti akan ditolak.

Belum lagi jika Anda menggunakan konsultan jasa setting seperti itu akan menimbulkan ketergantungan yang tidak sehat.

Anda harus terus mengeluarkan uang untuk membayar jasa setting dan jasa pemeliharaan mereka.

Coba lihat perhitungan standar biaya yang dikeluarkan berikut :

Biaya jasa setting pertama kali : Rp. 10.000.000 – Rp. 500.000.000
Biaya pemeliharaan 24x7x365 : Rp. 400.000.000 – Rp. 700.000.000

Jika Anda seorang IT di perusahaan Anda, kapan ilmu dan skill Anda akan meningkat jika Anda selalu pakai jasa konsultan ?

Anda akan terus dihantui oleh ketidaktahuan dan ketergantungan Anda terhadap konsultan sehingga Anda pun tidak akan bisa menunjukkan performa terbaik Anda di kantor.

Apakah Karir Anda akan meningkat jika Anda tetap seperti itu ?

Jadi saya harus bagaimana ?

Anda benar – benar harus paham skill Proxmox ini. Agar Anda bisa setting sendiri dan meningkatkan karir Anda kedepannya.

Anda wajib bisa untuk membuktikan pada kantor Anda bahwa Anda bisa membuat sistem server di perusahaan anda stabil dan reliable 24 x 7.

Toh jika sistem server perusahaan Anda stabil, pekerjaan Anda juga yang jadi ringan kedepannya.

Kemana Harus Belajar Proxmox ?

Salah satu modul yang selalu saya rekomendasikan kepada rekan – rekan saya adalah modul Mastering Proxmox : Panduan Lengkap Membangun sistem server Proxmox yang dapat diakses dari manapun, aman serta reliable 24 x 7 x 365. 

Materi tersebut murni buatan mas Tresna Widyaman, mas Fakhri Abdillah bersama saya para Trainer dan Tutorial Creator bersertifikasi di Cilsy.

Hasil dari ngulik kami bertiga selama berminggu – minggu.

Sebagian isi dari modul ini juga sudah pernah saya ajarkan pada Workshop Eksklusif Proxmox pada tanggal 25 – 26 Maret 2017 di Sosiohub Bandung :

Namun tenang saja, modul ini jauh lebih lengkap dan lebih detail dari yang pernah diajarkan pada Workshop diatas.

Insya Allah modul ini akan sangat cocok untuk Anda, bahkan jika Anda pemula dari nol sekalipun.

Modul ini bagaikan buku panduan sakti yang dapat Anda bawa kemana-mana, di industri apapun anda berada.

Sangat cocok untuk anda orang IT yang ingin menerapkan sistem proxmox di kantor Anda maupun untuk Anda buka sendiri konsultan jasa setting di perusahaan-perusahaan lain.

Seluruh materi terkait Proxmox dan best-practice bagaimana sistem Virtualisasi diterapkan di industri akan di bahas habis di modul ini.

Materi-materinya juga bukan hanya membahas teoritis fitur-fitur proxmox, tapi merupakan gabungan materi super langka dari berbagai macam ilmu yang sangat penting pada real implementasinya seperti :

  1. Bagaimana menerapkan IP Publik dan domain agar server Anda bisa online
  2. Bagaimana setup RAID Harddisk agar sistem Anda tidak pernah down 24 jam
  3. Bagaimana menerapkan firewall Mikrotik agar sistem server Anda aman
  4. Bagaimana membuat sistem penyimpanan data terpusat agar mudah cara manajemen dan memperbesar ukuran harddisk tanpa down.
  5. Bagaimana membuat sistem Proxmox virtualisasi Anda tidak pernah down.

Semua materi ini dapat membuat agar sistem server Anda dapat diakses darimanapun, stabil dan reliable 24×7 tanpa pernah down sama sekali sesuai best practice di industri.

Silabus Proxmox lengkapnya dapat Anda lihat sebagai berikut :

  1. Introduction
  2. Overview Proxmox VE
    – Pengenalan Virtualisasi Proxmox
    – Perbandingan Aplikasi Virtualisasi
    – Concepts architecture technology
  3. Kenapa Harus Proxmox  ?
    – Implementasi Virtualisasi di industri
    – Studi Kasus Virtualisasi
    – Studi Kasus Akan Dikerjakan
  4. Spec Requirements
    – Hardware
    – Network
    – Storage
  5. Merakit Mikrotik dan Server
  6. Konfigurasi Mikrotik
    – Kenapa harus ada mikrotiK di topologi ini ?
    – IP Address
    – NAT
    – DHCP, DNS
  7. RAID
    – Pengertian dan konsep raid mirroring 1
  8. Installasi Proxmox
    – Konfigurasi Raid System mirroring 1 utk 1 node proxmox
    – Download ISO Proxmox
    – Installasi Proxmox
  9. Persiapan Network Storage
    – Merakit 2 node NAS
    – Konfigurasi raid utk 2 node nas
    – Kenapa perlu network storage ?
    – Konsep dan topologi
    – Pengenalan FreeNAS
    – Installasi FreeNAS untuk NFS & iSCSI storage
    – Konfigurasi FreeNAS NFS Share
    – Konfigurasi FreeNAS iSCSI Share
    – Koneksi FreeNAS NFS & iSCSI Share pada proxmox admin
  10. Upload content ke proxmox
  11. Implementasi Virtual Machine
    – VM webserver + website (wordpress)
    – VM file server samba (sharing data)
    – Manage VM startup and shutdown
  12. IP Publik, domain, port forwarding
    – Konsep ip publik, domain, port forwarding
    – Konsep registrar, DNS Server Cloudflare
    – Membeli domain,
    – Mengarahkan domain ke cloudflare, mengarahkan dari cloudflare record2nya ke ip publik
    – Konfigurasi Port forwarding di mikrotik
    – Test akses server secara online
  13. Proxmox Cluster & High availability Server
    – Konfigurasi Raid System mirroring 1 utk 2 node proxmox
    – Installasi proxmox
    – Merakit 2 node Proxmox tambahan
    – Konfigurasi Clustering dan High Availability
  14. Backup & restore proxmox
    – Backup Manual
    – Scheduled Backup
    – Restore Backup
  15. Live migration Proxmox VM
  16. Firewall Keamanan standar on Mikrotik
    – Proteksi server dari serangan luar
  17. Summary

Cukup banyak bukan ? Ini kalau ditotal seperti Anda membeli 5 buah buku sekaligus.

Tapi disini sudah benar-benar kita buat berurutan step – by – step nya agar Anda benar-benar mudah dalam mengikutinya.

Asiknya lagi modul eksklusif ini berbentuk softcopy dan dapat Anda download langsung, sehingga Anda tidak perlu membayar biaya pengiriman.

Dan yang paling pasti, modul ini adalah gabungan implementasi Proxmox, RAID, Konsep menerapkan IP Publik pada Server, dan Network Storage yang sangat langka.

Tertarik untuk memilikinya ? Klik gambar di bawah ini :

Penutup

Sebagai penutup, saya yakin Anda ingin tidak mengalami masalah seperti :

  1. Server Anda tiba-tiba down, dan semua layanan / aplikasi ikutan down
  2. Uang perusahaan Anda habis untuk pembelian server baru dan biaya listrik bulanan
  3. Anda disibukkan oleh trouble server setiap hari
  4. Anda pusing untuk membangun topologi server baru
  5. Anda dipecat akibat tidak paham bagaimana membangun sistem server yang sesuai industri.
  6. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengonlinekan server Anda
  7. Server Anda kena hack.

Dan ingin merasakan benefit luar biasa berikut :

  1. Semua server Anda stabil online tanpa pernah down 24x7x365
  2. Menghemat biaya bayar listrik, pendingin ruangan, dll hingga jutaan rupiah/bulan
  3. Menghemat biaya beli server hingga puluhan juta rupiah.
  4. Karir anda meningkat pesat karena berhasil membangun sistem server yang baik di kantor Anda
  5. Pekerjaan Anda sebagai orang IT menjadi lebih ringan hingga 50%.
  6. Anda bisa buka jasa konsultan setting Proxmox dan Virtualisasi sendiri untuk menambah pendapatan

Anda wajib belajar sendiri serta memahami cara setup Proxmox yang bisa diakses dari manapun, aman, serta reliable 24x7x365.

Karena ilmu ini sangat sangat penting, dan juga masih jarang yang mengajarkan secara lengkap dari dasar.

Semoga bermanfaat 🙂

2 Comments

    1. Halo mas Irman,

      Biaya jasa setting pertama kali : Rp. 10.000.000 – Rp. 500.000.000
      Biaya pemeliharaan 24x7x365 : Rp. 400.000.000 – Rp. 700.000.000

      Harga diatas hanya perkiraan, bisa kurang / lebih. Tapi saya rasa tidak terlalu jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *