3 Panduan Belajar Linux Dan Perintah Dasarnya Untuk Pemula

Belajar Linux dan perintah dasarnya

Tulisan ini memberikan garis besar mengenai apa saja yang dipelajari dan bagaimana cara belajar Linux untuk pemula yang belajar sendiri dan pengajar yang membutuhkannya.

Tulisan ini mencakup baik GNU/Linux desktop maupun server.

Tulisan ini terbagi menjadi dua bagian yaitu tingkat dasar (mempelajari sistem operasinya dan baris perintahnya) dan tingkat lanjut (server, jaringan, dan lainnya).

Tulisan ini juga menyebutkan sejumlah kamus istilah di internet yang bisa dirujuk pembaca untuk mencari arti istilah atau definisi mengenai GNU/Linux.

Komponen GNU/Linux

Sebelum jauh belajar tentang Linux, perlu dikenali dahulu komponen dari sistem operasi yang hendak dipelajari.

Pada dasarnya, sistem operasi GNU/Linux adalah sistem operasi GNU, dan yang dioperasikan pada baris perintah oleh pengguna ialah komponen GNU, walau sering kali pengguna tidak menyadarinya.

Di antara perintah dasar GNU itu adalah perintah paling populer pwdcplsmvmkdircatechodddu dfawksedcutnanogrepfindhead, dan tail.

Dan beroperasinya perintah-perintah itu terjadi pada program penerjemah perintahnya GNU, yang bernama bash.

Perintah ini sering disalahnamakan sebagai ‘perintah dasar Linux‘ (dianggap bagian dari Linux) padahal bukan.

Jadi mempelajari perintah dasar di sistem operasi GNU/Linux pada dasarnya mempelajari perintah dasar GNU, yaitu yang tersebut di atas.

Stuktur Direktori GNU/Linux

Setiap pengguna sistem operasi apa pun mestinya mengetahui susunan hierarki direktori pada sistemnya.

GNU/Linux karena merupakan tiruan Unix memiliki struktur direktori yang sama dengan milik Unix.

Adapun tanda pemisah direktori pada alamat direktori di GNU/Linux adalah tanda slash ( / ) dan bukan backslash ( \ ) yaitu sama seperti pada alamat URL internet.

Berikut ini tabel ringkasan hierarki direktori pada GNU/Linux secara umum. Struktur direktori pada distro Anda mungkin sedikit berbeda.

Direktori Fungsi
/ Slash, disebut juga root, direktori tertinggi pada satu sistem GNU/Linux. Pada direktori inilah semua direktori lain seperti bin, usr, etc berada.
/boot Slash boot, direktori untuk keperluan booting sistem GNU/Linux. Yang ada di dalamnya adalah kernel Linux dengan nama berkasnya /boot/vmlinuz, berkas initrd dengan nama /boot/initrd, dan berkas-berkas milik bootloader seperti /boot/grub/grub.cfg.
/bin Slash bin, direktori tempat disimpannya program-program binary milik sistem GNU/Linux yang krusial.
/lib Slash lib, direktori tempat disimpannya library milik sistem GNU/Linux yang terkait dengan /bin.
/dev Slash dev, direktori tempat disimpannya segala hardware device dalam bentuk berkas. Contohnya /dev/sda1 yaitu device partisi pertama pada hard disk pertama, /dev/ttyUSB1 yaitu device USB yang terhubung pada port nomor 1.
/etc Slash e-t-c, direktori tempat disimpannya berkas-berkas pengaturan milik segala program yang terpasang di sistem GNU/Linux.

Contohnya berkas konfigurasi APT milik Debian ada di /etc/apt/sources.list.

/home Slash home, direktori tempat direktori pengguna disimpan. Contohnya jika nama penggunanya ‘sukarno’ maka direktorinya /home/sukarno/.
/root Slash root, direktori milik pengguna super (root user). Direktori ini seperti /home/sukarno hanya saja bukan milik pengguna biasa melainkan pengguna super.
/media Slash media, direktori tempat di-mount-nya (dibacanya) hardware device seperti partisi hard disk, USB flash disk, CDROM pada sistem GNU/Linux.
/var Slash var, direktori tempat disimpannya berkas-berkas variabel yang berubah terus sepanjang waktu seperti log dan cache.

Contohnya paket-paket .deb yang diunduh oleh APT disimpannya di /var/cache/apt/archives/.

/proc Slash proc, direktori tempat disimpannya virtual filesystem untuk processes yang dijalankan oleh kernel Linux.
/tmp Slash t-m-p, direktori tempat disimpannya berkas-berkas sementara milik berbagai program yang aktif pada GNU/Linux. Setiap berkas yang ada di sini akan terhapus otomatis setiap kali sistem direstart.
/usr Slash u-s-r, direktori tempat disimpannya program dan library yang dipasang sendiri oleh pengguna.
/usr/bin Slash u-s-r slash bin, direktori seperti /bin hanya saja memuat program yang dipasang oleh pengguna.
/usr/lib Slash u-s-r slash lib, direktori seperti /lib hanya saja memuat library yang dipasang oleh pengguna atau library yang terkait dengan /usr/bin.
/usr/share Slash u-s-r slash share, direktori tempat disimpannya berbagai berkas bawaan, ikon, tema, templat, dan dokumentasi program yang dipasang oleh pengguna.

Contoh penampilan hierarki direktori pada Trisquel GNU/Linux seperti berikut :

Referensi lebih lanjut :

Pesan Penulis

Penulis artikel ini menganjurkan dengan sangat agar pembaca minta bimbingan secara langsung di tempat dari pengguna mahir untuk mempelajari Linux.

Dengan kata lain, mempelajari Linux hendaknya dengan berguru. Pembaca dapat mencari pengguna mahir seperti itu di kota masing-masing.

Tanpa itu, sering kalinya pengguna awam yang belajar sendiri tanpa bimbingan bila tidak kesulitan berkepanjangan, akan jatuh kepada kesalahan fatal seperti salah menghapus hard disk drive.

Bagian 1 : Mempelajari Sistem Operasinya

Mempelajari suatu distro GNU/Linux tidak lepas dari 3 hal :

  1. Belajar bagaimana menginstal sistemnya ke komputer
  2. Belajar mengoperasikan desktop & program-programnya
  3. Belajar cara instal-menginstal program. Distro apa pun yang dipilih pengguna, mulai Ubuntu sampai Gentoo, yang dipelajari tetaplah tidak keluar dari 3 hal itu.

Catatan penting : nomor pertama bisa diabaikan sebab umumya pengguna Windows juga tidak menginstal sendiri sistem operasinya, melainkan diinstalkan orang lain.

Tulisan ini menganjurkan setiap pengguna GNU/Linux pemula meminta bantuan pengguna komputer yang lebih mahir di kota masing-masing untuk menginstal distro GNU/Linux, dan tidak menginstalnya sendiri.

1.1 Mempelajari Instalasi Sistem

  • Pilihan 1 : siapkan satu komputer yang masih kosong dan instal GNU/Linux kepadanya. Ini seimbang dengan umumnya pengguna membeli komputer kosong untuk dipasangi Windows.
  • Pilihan 2 : pada komputer yang sudah ada Windows padanya, backup dulu semua data penting, lalu buat 2 partisi kosong padanya, dan terakhir instal GNU/Linux pada partisi kosong itu.
[block]
Cuplikan prosesi instalasi Ubuntu 18.04

1.2 Mempelajari Pengoperasian Desktop

Yang pertama disentuh oleh pengguna ialah desktop.

Di GNU/Linux, tidak seperti di Windows, tampilan itu terpisah dari sistem intinya dan diberi nama-nama seperti KDE Plasma, GNOME, XFCE, LXDE, dan seterusnya.

Pengembang desktop adalah tim tersendiri di luar pengembang GNU/Linux.

Jadi mengoperasikan desktop suatu GNU/Linux bergantung kepada desktop apa yang dipakai padanya.

Contoh :

  • Kubuntu pakai KDE, maka untuk mengoperasikan Kubuntu pengguna belajar mengoperasikan KDE.
  • Xubuntu pakai XFCE, maka untuk mengoperasikannya pengguna belajar XFCE.
  • Lubuntu pakai LXDE, maka untuk mengoperasikannya pengguna belajar LXDE.
  • dan seterusnya untuk desktop lain seperti Cinnamon, MATE, dan Budgie.

Cara cepat :

  • Yang terpenting dalam pengoperasian desktop ialah pengguna mahir mengoperasikan file manager di sana. File manager adalah program pengakses folder, berkas, dan partisi penyimpanan data Anda (seperti Explorer di Windows atau Finder di Mac OS X).
  • Jadi contohnya : di Kubuntu, pengguna belajar mengoperasikan Dolphin File Manager; di Xubuntu pengguna menguasai Thunar; di Lubuntu pengguna menguasai PCManFM; dan seterusnya sesuai file manager yang ada pada desktop tersebut.
[block]
Cuplikan tampilan MATE Desktop dengan Caja File Manager

Adapun apabila pengguna tidak memakai desktop (GUI), yaitu memakai konsol (CLI) saja, maka pengguna cukup menguasai perintah-perintah dasar navigasi.

1.3 Mempelajari Pengoperasian Program-Program

Untuk pengguna desktop : di antara yang patut dipelajari adalah LibreOffice (Writer, Calc, Impress). Kumpulan buku-buku panduan LibreOffice lengkap ada di situs resminya https://documentation.libreoffice.org.

Untuk pengguna non-desktop : di antara yang patut dipelajari adalah text editor yang ada, dimulai dari nano.

1.4 Mempelajari Manajemen Paket

Di sinilah inti pengoperasian suatu distro GNU/Linux sekaligus yang membedakan antara satu distro dengan distro lain.

Mempelajari cara instal-menginstal software itu sama dengan mempelajari manajemen paket pada GNU/Linux.

Dan yang dipelajari pada intinya adalah program manajer paketnya yaitu APT di distro-distro keluarga Debian, DNF di keluarga Red Hat Enterprise, ZYPPER di keluarga SUSE Enterprise, URPMI di keluarga Mandriva, dan PACMAN di keluarga Arch.

Kegiatan yang mesti dikuasai pada satu manajemen paket ialah mencari, menginstal software, membarukan, dan menghapusnya pada sistem operasi GNU/Linux.

Cara mempelajarinya dengan mempraktikkan perintah-perintah umum (yang biasanya sering dioperasikan).

Pada hari ini referensi terbaik untuk itu ada di tabel perbandingan manajer paket di Distrowatch Package Management Cheatsheet.

[block]
Cuplikan halaman Package Management Cheatsheet

Bagian 2 : Mempelajari Perintah Dasarnya

Mempelajari baris perintah GNU/Linux harus dimulai dari sedikit sebagaimana orang belajar naik sepeda.

Dari sekian banyaknya jenis perintah, kelompok perintah yang paling pertama harus dikuasai ialah perintah dasar navigasi yaitu 3 perintah : pwdcd, dan ls.

Kemudian pengguna perlu belajar pengelolaan folder, editing, dan terakhir membaca manual.

Ini satu kelompok perintah-perintah yang paling mendasar yang mencukupi bagi pemula untuk menguasai perintah dasar dan melanjutkan ke perintah lain yang lebih sulit.

Catatan penting : kebanyakan pemula kesulitan atau gagal mempelajari perintah dasar disebabkan tidak menguasai navigasi dasar (pwd, cd, ls) sementara mereka sudah lompat ke perintah lain.

Sebenarnya mengoperasikan baris perintah itu sama seperti pembelajaran lainnya, seperti mengendarai sepeda motor, pengguna yang belum menguasai dasarnya sulit menguasai yang lainnya.

2.1 Pelajaran Pertama : Navigasi

pwd, cd, ls

  • pwd : print working directory, melihat alamat direktori saat ini
  • cd : change direktory, berpindah folder
  • ls : list, melihat daftar isi direktori saat ini

Cara mempelajarinya adalah menata bersisian jendela File Manager dan jendela Terminal dengan menjalankan perintah pwd-cd-ls dan mempraktikkannya ulang pada File Manager.

[block]
Cuplikan praktik perintah navigasi

2.2 Pelajaran Kedua : Pengelolaan Direktori

cp, mv, rm, mkdir

  • cp : copy, menyalin berkas atau folder
  • mv : move, memindahkan atau mengganti nama (seperti cut-paste)
  • rm : remove, menghapus berkas atau folder
  • mkdir : make directory, membuat folder

Cara mempelajarinya sama dengan pelajaran pertama, yaitu membandingkan jendela Terminal dengan jendela File Manager, yaitu setiap perintah dijalankan pengguna langsung melihat hasilnya pada File Manager.

[block]
Cuplikan praktik perintah navigasi kedua

2.3 Pelajaran Ketiga : Editing

nano, sudo

  • nano : GNU nano, text editor berbasis konsol yang mudah dioperasikan
  • sudo super user do, perintah untuk mengangkat hak akses user biasa menjadi user super selama beberapa menit

Cara mempelajarinya untuk nano cukup pengguna mengingat Ctrl+X untuk menutup program (exit) dan Ctrl+O untuk menyimpan (save).

Pengguna perlu belajar seperti bagaimana menyunting berkas seperti /etc/apt/sources.list pada Debian.

Adapun sudo diperlukan setiap pengguna menyunting berkas pada area sistem seperti pada /etc.

[block]
Cuplikan prosesi penyuntingan teks dengan nano

Pelajaran ketiga ini berhubungan dengan editing berkas-berkas konfigurasi sistem yang menentukan berjalannya sistem sesuai kehendak pengguna.

Pelajaran ketiga ini berlaku seterusnya hingga pengguna memasuki tingkat lanjut.

2.4 Pelajaran Keempat : Bantuan

man, apropos

  • man : manual, perintah untuk membuka manual dari perintah apa saja
  • apropos : perintah untuk mencari manual berdasarkan kata kunci

Contoh perintahnya man ls, man cp, man rm, man nano, man sudo, dan seterusnya.

Cara menutup manual dengan pencet tombol q. Apabila pengguna tidak tahu cara mengoperasikan perintah tertentu, dia cukup perintahkan man nama_perintah.

Cuplikan ‘man cp’ (manual copy) pada Terminal

Contoh perintahnya apropos pdf untuk mencari manual seputar PDF.

Cuplikan ‘apropos pdf; untuk mencari manual terkait pdf

Pelajaran keempat ini sangat penting untuk pengguna melanjutkan ke tingkat lanjut karena perintah lanjutan seperti iptables, dig, dan awk sudah memiliki manualnya sendiri-sendiri.

Referensi dalam masalah tingkat dasar ini juga tersedia dalam bahasa Indonesia misalnya pada ebook karya penulis sendiri Perintah Dasar Terminal GNU/Linux (PDF).

Bagian 3 : Tingkat Lanjut

Sehabis pengguna menguasai dasar-dasar tersebut, pengguna bisa mengkhususkan diri ke tingkat lanjut sesuai bidang yang disukainya.

Umumnya tingkat lanjut di GNU/Linux identik dengan bidang server atau jaringan; kendati di luar itu masih banyak bidang lain seperti desain grafis maupun pemrograman.

Bagian 3 ini memberikan gambaran umum bagaimana dan apa saja yang perlu dipelajari pada bidang-bidang di atas.

3.1 Bidang Server

Administrasi server menuntut kemahiran mengelola sistem yang menyeluruh, termasuk hak akses dan keamanan, dan dituntut pula keahlian shell scripting untuk mengautomatisasinya.

  • Perintah dasar yang perlu dikuasai: semua perintah navigasi & editing, ditambah chmodchowncronpskill, dan tar.
  • Perintah administrasi sistem yang perlu dikuasai : ssh dan sftp untuk login jarak jauh; systemctl bila sistem itu memakai systemd init atau service bila sistem itu memakai systemv init; perintah pengurus penyimpanan dudflsblkblkidmount, dan fsck; perintah pengurus akun adduser, dan addgroup.
  • Perintah jaringan yang perlu dikuasai : ifconfigiproutenetstatdignslookup.
  • Kemahiran dasar yang dibutuhkan : shell scripting dan pengetahuan konfigurasi sistem.

Bidang server adalah bidang yang sangat luas. Bidang ini mencakup berbagai jenis server berbeda seperti database server, web server, mail server, VOIP server dan seterusnya.

Adapun penjelasan dasar-dasar di atas hanyalah pengantar untuk memasuki sub-bidang yang lain.

Referensi lebih lanjut :

3.2 Bidang Jaringan

Perintah dasar yang perlu dikuasai di antaranya adalah ifconfigiproute, dan iptables.

Bila diperhatikan, ini mirip bidang server, hanya saja minus administrasi dan shell scripting-nya.

3.3 Bidang Desain Grafis

Untuk ini, pengguna hanya perlu mempelajari program yang bersangkutan. Di antara program itu :

  • GIMP : untuk edit foto, bitmap editor, pengganti Photoshop.
  • Inkscape : untuk menggambar bebas, vector editor, pengganti CorelDRAW.
  • Scribus : untuk mendesain layout, desktop publishing, pengganti InDesign.

3.4 Bidang Pemrograman

Sebelum masuk ke pemrograman sesungguhnya, pengguna perlu menguasai perintah navigasi dasar agar bisa mengoperasikan compiler atau interpreter dengan benar.

Adapun yang perlu dipelajari mengenai pemrogramannya sendiri bergantung kepada bahasa pemrograman dan alatnya :

  • Secara umum : pengguna dapat memilih satu text editor yang mencocoki untuk pemrograman segala bahasa, seperti Geany.
  • Bahasa C : yang perlu dipelajari bagaimana compiling dengan GNU GCC.
  • Bahasa C++ : bagaimana compiling dengan GNU G++.
  • Bahasa PHP, JavaScript, CSS, HTML : mempersiapkan Apache Web Server dan PHP interpreter.
  • Bahasa Java : mempersiapkan OpenJDK.

Catatan penting : penulis artikel ini merekomendasikan pembaca beralih total ke Qt Framework di GNU/Linux apabila ingin bermigrasi dari Visual Basic.

Garis besarnya, pembaca akan berganti bahasa dari BASIC ke C++, ganti library dari pustaka bawaan VB yang tidak cross-platform ke Qt Framework yang cross-platform, ganti translator dari BASIC interpreter ke GNU G++ compiler, dan ganti text editor dari Visual Basic ke Qt Creator.

Memrogram software aplikasi desktop dengan Qt Framework akan terasa sangat mirip VB tetapi dengan kelebihan yang tidak dipunya VB yaitu cross-platform, dokumentasi yang sangat bagus, dan free.

Cuplikan pemrograman dengan Qt Creator

Mengapa Belajar Linux ?

Berikut ini beberapa alasan bagi orang yang mempelajari GNU/Linux dan terutama baris perintahnya.

  • Karena bermigrasi dari Windows ke GNU/Linux, maka orang mempelajari GNU/Linux.
  • Karena ingin tahu, karena ingin mencoba, karena ingin merasakan hal baru.
  • Karena baris perintah adalah metode komunikasi antara manusia dengan sistem operasi. Setiap sistem operasi Unix-like pasti memiliki dan erat hubungannya dengan baris perintah itu.
  • Karena baris perintah itu universal yaitu diajarkan satu kali bisa diterapkan di banyak distro GNU/Linux yang berbeda. Bandingkan dengan GUI yang tidak universal, diajarkan di KDE hanya bisa diterapkan di KDE, beda GUI beda cara pengoperasian, dan semisalnya.
  • Orang yang menguasai baris perintah menguasai OS. Dia bisa mengatur sistemnya sesuai persis yang dia mau.
  • Pengoperasian GNU/Linux server mutlak membutuhkan penguasaan baris perintah. Terutama sekali shell scripting yang merupakan kemahiran baris perintah tingkat lanjut.
  • Pengoperasian GNU/Linux desktop tidak sepenuhnya butuh baris perintah, bahkan distro semacam Kubuntu dan Mageia membuat pengguna tak perlu menyentuh terminal. Namun tetap saja troubleshooting apabila ada problem akan banyak melibatkan terminal. Maka baris perintah tetap perlu dipelajari.

Pertanyaan dan Jawaban

Berikut ini sejumlah pertanyaan yang mungkin muncul mengenai pembelajaran GNU/Linux :

Bagaimana cara cepat belajar GNU/Linux sampai saya menguasainya ?

Cara cepatnya adalah minta diajari secara langsung kepada pengguna yang sudah lebih mahir. Idealnya, pengguna mahir itu berada satu kota dengan Anda.

Sebagai perbandingan agar adil, pengguna Excel saja mau kursus atau setidaknya minta diajari oleh orang lain agar cepat menguasainya.

Bisakah GNU/Linux dioperasikan tanpa baris perintah ? Saya ingin memberikannya untuk adik dan keluarga saya.

Bisa, Anda bisa mempelajari GNU/Linux tanpa mempelajari baris perintah. Gunakan distro desktop yang ramah pengguna seperti Kubuntu.

Apakah pembelajaran baris perintah universal ? Apakah saya perlu belajar lagi kalau saya pindah distro ?

Ya, universal. Tidak, tidak perlu belajar lagi.

Setiap distro GNU/Linux pada dasarnya adalah turunan GNU, yang memakai kernel bernama Linux, maka semuanya memakai shell yang satu yaitu GNU bash, dan perintah-perintah yang satu yaitu perintah GNU dan perintah bawaan Linux.

Menguasai satu distro sama dengan menguasai distro lain.

Dengan kata lain kalau Anda menguasai Slackware, maka Anda bisa menerapkan baris perintah Slackware di Ubuntu, di Fedora, di openSUSE, di distro lain-lain, dan berlaku sebaliknya.

Catatan penting : perbedaan perintah mungkin saja ada yaitu di sisi manajemen paket (slackpkg, apt, dnf, zypper, dll.) dan pengelolaan servisnya (bsd init, systemv, systemd, openrc).

Sekali lagi, kalau Anda menguasainya di satu distro, Anda mudah mengadaptasikannya di distro lain.

Apakah berbeda pembelajaran antara GNU/Linux desktop dan server ?

Ya, secara garis besar berbeda, karena nantinya server itu akan spesifik pemakaiannya (contoh : web cache proxy server).

Adapun dasar-dasarnya sama antara keduanya yaitu tetap saja orang akan mempelajari bagaimana memasang sistem, pengoperasian sistem dan programnya, sampai pemasangan software di dalamnya.

Bisakah GNU/Linux dipelajari secara otodidak ?

Bisa, bagi orang yang berbakat untuk otodidak (self-taught), dengan segala tantangannya.

Seseorang dapat saja mempelajari sendiri GNU/Linux dengan berbekal panduan yang ada di internet ditambah manual dan video, tetapi umumnya prosesnya akan lebih lama dan sulit.

Apa itu FHS ?

Filesystem Hierarchy Standard (FHS) adalah sebuah pedoman yang didesain untuk diikuti seluruh distro GNU/Linux dalam hal susunan direktori sistem.

Artinya, nama-nama folder (/etc, /home, /usr) dan tugasnya masing-masing itu bukan kebetulan seperti itu melainkan sengaja didesain dan ada pedomannya yang dinamakan FHS.

Inilah kenapa struktur direktori distro Linux populer itu sama.

Adanya perbedaan di beberapa distro adalah wajar karena setiap pengembang tidak diharuskan mengikuti FHS 100%.

Kenapa pada zaman yang modern ini kita masih belajar baris perintah? Bukankah itu kuno seperti MS DOS ?

Sederhananya, karena barang siapa menguasai shell maka menguasai sistem.

Para teknisi yang memperbaiki PC/laptop di berbagai daerah adalah orang-orang yang menguasai perintah-perintah DOS atau command prompt sehingga dapat memperbaiki komputer Windows pelanggan yang error, dan tidak ada pelanggan yang menyebut mereka “kuno”.

Apa bedanya shell dan Terminal ?

Shell adalah komponen sistem operasi yang bertampilan prompt (yang tampak seperti ini : [email protected]:~$)  yang bertugas menyampaikan perintah dari pengguna kepada sistem.

Dalam GNU/Linux, shell itu adalah bash, komponen dari GNU (bash bukan dari Linux).

Adapun Terminal itu nama lengkapnya Terminal Emulator, hanyalah program “bingkai” atau “jendela” yang memperlihatkan shell kepada pengguna di desktop.

Yang dioperasikan pengguna pada dasarnya adalah shell-nya, bukan Terminal-nya.

Kenapa GNU/Linux punya banyak sekali baris perintah ? Apakah harus saya kuasai semuanya ?

Karena GNU/Linux adalah tiruan Unix maka seperti Unix itulah ada banyak sekali baris perintahnya.

Dan karena GNU/Linux sekarang jauh lebih canggih, lebih maju daripada Unix, maka lebih banyak lagi perintah yang ada.

Anda hanya perlu menguasai perintah dasar, ditambah yang sesuai dengan yang Anda butuhkan, dan tidak ada perlunya menguasai semua (ribuan) perintah yang ada.

Kamus Istilah GNU/Linux

Setiap pemula membutuhkan kamus istilah ketika awal mula belajar Linux dasar.

Maka berikut ini rujukan-rujukan di internet untuk mengetahui arti istilah-istilah dan definisi-definisi pada GNU/Linux serta ilmu komputer secara umum.


Artikel ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Artikel Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *