3 Alasan Jangan Pernah Mengikuti Sertifikasi LFCS

Sertifikasi LFCS ( Linux Foundation Certified Sysdamin ) tergolong sertifikasi terkait Linux yang masih sangat baru.

Mungkin baru sekitar 3 tahunan sertifikasi ini di rilis oleh Linux Foundation.

Nah karena sertifikasi ini tergolong masih sangat baru, maka saya punya 3 alasan kenapa anda jangan ambil sertifikasi ini.

1. Jangan ambil kalau ngga terbiasa belajar otodidak

Sertifikasi LFCS ini diselenggarakan secara online langsung dari luar negeri. Akibatnya tidak ada lembaga resmi training atau sertifikasinya di Indonesia.

Jadi anda harus belajar materi sertifikasi ini sendiri berdasarkan tutorial – tutorial yang ada di internet.

Nah proses ngulik dan belajar otodidak sendiri ini tidak semua orang sanggup menjalaninya.

Kebanyakan baru belajar sebentar sudah mentok dan pusing.

Jangan ambil sertifikasi ini kalau anda tidak sanggup belajar otodidak.

Salah satu solusinya bisa coba untuk belajar dari tutorial dasar sysadmin dan jago sysadmin milik Cilsy di bawah ini ( 2 tutorial ini silabusnya sama persis dengan materi LFCS dan sudah teruji materinya jadi tidak perlu ngulik – ngulik sendiri lagi ) :

2. Jangan ambil sertifikasi LFCS kalau ngga bisa bahasa inggris

Masih buta bahasa inggris ? Wah jangan ambil sertifikasi ini.

Karena seluruh ujiannya benar – benar menggunakan bahasa inggris. Dan nanti juga instruktur pengujinya bakalan berbicara dengan bahasa inggris.

Jadi kalo ngga ngerti bahasa inggris ? Siap – siap ga bisa ngerjain soal sertifikasinya 😀

3. Jangan ambil kalau masih terjebak mindset “copy-paste” jawaban

Sertifikasi LFCS ini beda banget sama sertifikasi CCNA atau MTCNA.

Kalau CCNA dan MTCNA kita bisa lihat kunci jawabannya di internet sebelum ujian, jangan kira di LFCS anda bisa melakukan hal yang sama.

Karena sertifikasi LFCS ini basisnya praktek.

Jadi nanti bakal ada soal studi kasus, nah anda dituntut untuk menyelesaikan soal tersebut dengan langsung praktek di Console server yang disediakan.

Sama sekali ngga bisa nyontek dan copy paste jawaban.

Baca juga : 3 Alasan Jangan Belajar Kali Linux

Kesimpulan

Kalau kalian yakin bisa mengatasi 3 hal diatas, maka selamat. Anda saya jamin bisa lulus sertifikasi LFCS.

Sertifikasi ini cukup diperhitungkan di Indonesia. Bahkan menurut saya setara dengan sertifikasi RHCSA milik Red Hat.

Tapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Tertarik mau ikutan LFCS tapi bingung mulai belajar dari mana ? Anda bisa belajar 2 tutorial Cilsy yang sudah saya berikan link nya di atas.

Semoga bermanfaat 🙂

Komentar Pembaca . . .

Yakin Ngga Mau Diskusi ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.