Memanfaatkan PHP Built-in Server untuk Kebutuhan Pengembangan

Dapatkan update terbaru Linuxku.com di kanal Telegram https://telegram.me/linuxkudotcom.

Tulisan-tulisan sebelumnya linuxku.com banyak membahas mengenai web server yang umum digunakan yakni Apache dan Nginx. Jika Anda seorang PHP developer, tahukah bahwa sejak versi 5.4 PHP menyertakan server di dalamnya (Built-in Server)? Dengan kata lain kita tidak harus selalu bergantung pada web server untuk kebutuhan pengembangan (developing).


Maksudnya begini, pada saat kita membuat suatu proyek PHP biasanya kita harus meletakan proyek tersebut pada direktori htdocs, /srv/www, /etc/nginx/http, dan lain sebagainya yang dikenal dengan root directory. Sejak PHP versi 5.4 kita tidak perlu melakukan cara-cara tradisional seperti itu lagi. Kita bisa meletakan berkas proyek web kita pada sembarang direktori dan dapat menjalakannya di browser dengan bantuan PHP built-in server.

Untuk menggunakan PHP built-in server Anda hanya perlu melakukan perintah berikut:

$ php -S localhost:8000
atau
$ php -S 127.0.0.1:8000

Parameter -S menunjukan arti bahwa kita menggunakan built-in server , lalu parameter setelahnya kita menuliskan nama domain atau IP lalu diikuti nomor port 8000.

Untuk port, Anda bebas mau menuliskan port berapa saja, yang terpenting adalah port tersebut tidak digunakan oleh aplikasi lain. Dan, khusus bagi Anda yang ingin menggunakan port 80. Gunakan sudo

$ sudo php -S localhost:80

Bagi Anda yang ingin menggunakan domain, Anda bisa tambahkan IP localhost di /etc/hosts

$ sudo nano /etc/hosts

Masukan

127.0.0.1 www.linuxku.com

Langsung saja Anda jalankan

$ sudo php -S www.linuxku.com:80

Dan Anda bisa membuka www.linuxku.com secara langsung di browser. Sampai di sini dulu artikel kali ini. Semoga bermanfaat 🙂

Yakin Ngga Mau Diskusi ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.