Panduan Instalasi Ubuntu 16.04 LTS Xenial Xerus

Dapatkan update terbaru Linuxku.com di kanal Telegram https://telegram.me/linuxkudotcom

Panduan ini menjelaskan contoh detail bagaimana menginstal Ubuntu 16.04 LTS. Skema penginstalan yang dicontohkan adalah menginstal Ubuntu ke sebuah partisi kosong 20 GB (/dev/sda1) dengan partisi swap 2 GB di HDD (/dev/sda). Panduan ini mengambil jalan instalasi tercepat (yaitu tanpa koneksi internet). Semoga panduan ini bermanfaat.

A. Persiapan

Hal-hal ini dilakukan sebelum instalasi sesungguhnya dilakukan kepada komputer Anda:

(1) Buat media instalasi Ubuntu. Cara termurah dan tercepat adalah dengan membuat USB bootable Ubuntu. Ikuti panduan kami membuat USB bootable GNU/Linux dengan Unetbootin. Catatan: USB bootable nanti tetap bisa dipakai menyimpan data lain.

(2) Backup data penting Anda. Hal ini sangat penting diperhatikan. Tidak ada gunanya panik jika data penting sudah telanjur hilang.

(3) Konsentrasi. Jangan mengantuk ketika menginstal. Sudah terjadi sebagian orang salah memformat partisi karena mengantuk atau kurang konsentrasi.

(4) Pastikan di mana letak partisi target (opsional). Anda wajib mengetahui di mana dan apa partisi yang mau Anda gunakan menginstal. Lakukan ini dengan live session Ubuntu lalu perintahkan perintah blkid, atau sudo lsblk, atau sudo fdisk -l.

B. Langkah-Langkah

(1) Lakukan booting ke arah media instalasi. Atur BIOS Anda supaya booting lebih dahulu kepada USB bootable yang sudah Anda persiapkan sebelumnya. Ketika booting berlangsung, di dalam layar pilihan, pilih pilihan Live Session (atau Default).

(2) Pilih “Try” pada pilihan antara Try atau Install. Ketika Anda memasuki tampilan live session, pertama kali Anda akan diminta memilih antara mencoba (Try) atau menginstal (Install). Pilihan yang paling lengkap adalah Try.

(3) Jalankan program “Install to The Disk” di desktop. Ikon ini akan memanggil program penginstal OS yang dinamakan Ubiquity. Dengan Ubiquity ini Anda akan menjalani seluruh langkah instalasi sampai selesai.

(4) (LANGKAH 1) Pilih “English” dari pilihan bahasa di halaman pertama Ubiquity. Pilihan ini secara teknis akan lebih memudahkan Anda dalam jangka panjang.

(5) (LANGKAH 2) Pilih “I don’t want to connect…” di halaman kedua Ubiquity. Pilihan ini menonaktifkan koneksi jaringan ketika instalasi. Pilihan ini adalah jalan tercepat.

(6) (LANGKAH 3) Hilangkan pilihan “Install third-party…” di halaman ketiga Ubiquity. Pilihan ini adalah jalan tercepat juga.

CATATAN PENTING: Jika setelah (6) (LANGKAH 3) ada dialog peringatan meminta izin Anda untuk unmount (melepas) suatu partisi, aman bagi Anda untuk memberikan izin OK kepadanya. Hal ini (unmounting) wajib dilakukan sebagai syarat pemartisian dapat dilakukan.

(7) (LANGKAH 4) Pilih “Something Else” di halaman keempat Ubiquity. Pilihan ini adalah pilihan wajib bagi penginstal. Ini adalah pilihan manual, selain ini adalah pilihan otomatis. Jangan pernah mempercayakan HDD Anda kepada pilihan otomatis. Selalu gunakan pilihan manual “Something Else” ini untuk menginstal Ubuntu.

CATATAN PENTING: Setelah memilih “Something Else” Anda akan tetap berada di halaman keempat Ubiquity tetapi dengan tampilan lanjutannya yaitu pemartisi hard disk. Di sini Anda melihat tabel partisi-partisi dari HDD Anda. Panduan ini akan melakukan instalasi kepada partisi kedua di HDD kedua saya yaitu kepada /dev/sda2 yang berukuran 20000 MB atau 20 GB yang masih kosong. Lihat gambar berikut.

(8) (LANGKAH 4) Pilih partisi target kemudian tekan tombol “Change…” di bawahnya. Garis besar kita adalah Size = 18 GB, Use as = Ext4, Format = Yes, Mount point = /.  Ikuti 3 langkah di bawah ini.

1. PARTISI UTAMA

  1. Pada dialog Edit partition, tentukan Size sebesar ukuran partisi target dikurangi 2 GB (atau lebih dari 2 GB jika Anda ingin swap ukuran besar). Jadi misalnya partisi target saya 20 GB (20.000 MB) maka saya tentukan Size =  20.000-2.000 = 18.000 MB. 
  2. Tentukan Use as: dengan Ext4 Journaling file system. 
  3. Centang pilihan Format the partition. Ini akan memformat partisi target. 
  4. Tentukan Mount point dengan / (slash). Inilah partisi utama bagi Ubuntu Anda.
  5. Tekan OK. 
  6. Setelah OK, Ubiquity akan minta waktu sejenak sampai dia menayangkan target Anda sudah diubah jadi 18 GB Ext4 slash sesuai yang ditentukan sebelumnya dan dia menampilkan satu partisi free space berukuran 2 GB (hasil pengurangan 20-18) sesuai pilihan sebelumnya pula. 

2. POSISI BOOT LOADER


Pada pilihan Device for boot loader installation pilih HDD Anda. Jika HDD Anda hanya satu, pilih itu. HDD itu ditandai dengan nama tanpa angka, seperti /dev/sda atau /dev/sdb dan bukan /dev/sda1 atau /dev/sdb1. Lihat gambar di atas.



3. PARTISI SWAP

Klik partisi free space berukuran 2 GB (atau sesuai yang Anda tentukan) yang telah tercipta lalu klik tombol Change di bawahnya lalu pada dialog Edit partition silakan ganti Use as: dengan pilihan swap. Klik OK maka sebuah partisi swap baru berukuran 2 GB akan dibuat. Partisi swap perlu dibuat utamanya untuk kebutuhan sleep/hibernate.

4. Tekan tombol “Install Now“.

(9) (LANGKAH 5) Pilih daerah di mana Anda tinggal. Hal ini akan menentukan zona waktu Anda.

(10) (LANGKAH 6) Pilih keyboard layout. Pilihan default sudah mencukupi bagi orang Indonesia.

(11) (LANGKAH 7) Tentukan username, password, hostname, dan perilaku login (otomatis atau harus ber-password).


(12) Tunggu sampai proses instalasi selesai. Anda akan melihat slide gambar-gambar perkenalan Ubuntu di sana. Proses instalasi di komputer saya memakan waktu sekitar 10 menit.

(13) Ubiquity akan meminta Anda untuk restart. Anda bisa memilih di situ restart atau tetap di live session dahulu.

Selamat, Anda telah menginstal Ubuntu!

Artikel Populer

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *