Seri Manajemen Paket Ubuntu 5: sources.list

Dapatkan update terbaru Linuxku.com di kanal Telegram https://telegram.me/linuxkudotcom.  

Tulisan ini menjelaskan mengenai berkas konfigurasi sources.list yang merupakan fondasi bagi APT untuk bekerja. Tulisan ini dibagi menjadi dua bagian, pertama penjelasan sources.list itu sendiri dan kedua bagaimana contoh konfigurasi di dalam sources.list. Tulisan ini dilengkapi kamus istilah dan referensi lanjutan di bagian akhir. Tulisan ini adalah seri ke-5 dari serial manajemen paket Ubuntu. Semoga tulisan ini bermanfaat.


Serial Manajemen Paket Ubuntu

Berikut serial panduan manajemen paket dari kami.

Perkenalan

sources.list adalah sebuah berkas teks biasa yang memuat daftar sumber-sumber repositori yang APT mengambil paket darinya. Letak sources.list di dalam sistem ada di dua tempat. Tempat pertama tempat yang paling umum adalah /etc/apt/sources.list. Tempat kedua adalah tempat yang kurang umum, biasanya digunakan untuk sumber-sumber repositori pihak ketiga (repositori yang diasuh pihak di luar Ubuntu), yang posisinya ada di /etc/apt/sources.list.d/*.list.

Isi dari sebuah sources.list adalah baris-baris setelan sumber repositori. Setiap baris umumnya mengarah kepada satu repositori. Isi sources.list tidak dibatasi berapa pun jumlah barisnya.

Catatan:

Di keluarga UNIX, berkas teks tidak harus
memiliki nama akhir .txt seperti di Windows. Berkas teks walaupun diberi
nama akhir .list atau apa saja akan selalu dikenali sebagai berkas teks
karena UNIX mampu membaca berkas tanpa melihat namanya. Itulah kenapa
sources.list bernama akhir .list bukan .txt.

Klasifikasi Repositori Ubuntu

Distribusi GNU/Linux Ubuntu membagi repositorinya di setiap rilis berdasarkan 2 kelas besar, dengan masing-masing kelas memiliki pengkategorian sendiri-sendiri. Klasifikasi inilah yang membedakan Ubuntu dari Debian.

Berdasarkan komponennya:

  1. main
  2. restricted
  3. universe
  4. multiverse

Berdasarkan layanannya:

  1. <nama_rilis> contoh: xenial
  2. <nama_rilis>-updates contoh: xenial-updates
  3. <nama_rilis>-security contoh: xenial-security
  4. <nama_rilis>-proprosed contoh: xenial-proprosed
  5. <nama_rilis>-backports contoh: xenial-backports

Klasifikasi Repositori Debian

Debian sebagai induk Ubuntu memiliki klasifikasi repositori tersendiri pula. Klasifikasinya dibagi menjadi 3 kelas besar, setiap kelas dengan pengkategorian sendiri-sendiri. Data ini diberikan sebatas untuk pembanding karena perbedaan antara Ubuntu dan Debian sesungguhnya ada di sini.

Berdasarkan rilisnya:

  1. stable
  2. testing
  3. unstable

Berdasarkan komponennya:

  1. main
  2. contrib
  3. non-free

Berdasarkan layanannya:

  1. <nama_rilis>contoh: jessie
  2. <nama_rilis>-updates contoh: jessie-updates
  3. <nama_rilis>/updates contoh: jessie/updates

Format Setelan Sumber Repositori

Format setelan sumber repositori secara umum ada 2 jenis:

[deb] [url] [nama_repositori] [golongan_repositori]
[deb-src] [url] [nama_rilis] [golongan_repositori]

Sedangkan contoh penulisan setelan bagi Ubuntu 16.04 misalnya seperti ini:

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-proposed main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenia-backports main 

Penjelasan:

  • Kode deb dan kode deb-src menandakan paket binary dan paket source code berurutan. Bacalah seri pertama manajemen paket Ubuntu pada bagian Mengenal Distribusi Software.
  • Kode url menandakan alamat URL dari repositori yang hendak dituju. URL ini umumnya adalah alamat URL server di internet, tetapi karena APT sangat fleksibel URL di sini bisa diganti alamat penyimpanan lokal seperti DVD atau HDD. Untuk mengetahui alamat URL ini, Anda harus merujuk kepada dokumentasi dari distribusi GNU/Linux yang Anda gunakan.
  • Kode nama_repositori menandakan nama repositori dari rilis distribusi GNU/Linux yang hendak dituju. Contohnya, distribusi Ubuntu 16.04 memiliki 4 jenis nama_repositori dimulai dari xenial, xenial-updates, xenial-security, xenial-backports, dan xenial-proposed. 
  • Kode golongan_repositori menandakan komponen repositori yang hendak dituju. Di Ubuntu, ada 4 komponen: main restricted universe multiverse; sedangkan di Debian, ada 3 komponen main contrib non-free. 
  • Pengguna memiliki kebebasan menyetel repositorinya ke arah repositori mana pun, nama repositori yang mana pun, dan komponen mana pun dari repositori yang hendak dipakai. 

Contoh sources.list Ubuntu 16.04

Berikut ini diberikan sejumlah contoh setelan yang siap ditempel di sources.list Anda pengguna 16.04 diklasifikasikan berdasarkan jumlah setelan. Setelan ini diarahkan ke server mirror repositori Kambing milik Universitas Indonesia. Anda bisa memilih mirror-mirror yang lain jika Anda suka. Semua setelan ini berpusat pada binary, tanpa ada yang source code.

Setelan Penuh

Setelan penuh ini menyalakan seluruh nama repositori dan golongan repositori yang ada. Setelan ini cocok untuk developer dan tester Ubuntu. Ini tidak direkomendasikan untuk pengguna akhir. 

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse
 
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-proposed main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenia-backports main

Setelan Umum 

Setelan umum ini menyalakan hampir semua nama repositori dan golongan repositori kecuali proposed dan backports. Setelan umum ini cocok untuk pengguna akhir. Catatan: repositori restricted dan multiverse mengandung nonfree software.

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse


deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main

Setelan Minimalis

Setelan minimalis ini mematikan nama repositori updates dan security, hanya menyisakan empat komponen dari repositori rilis. Pengguna yang jaringan internetnya terbatas mungkin akan suka setelan ini.

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial restricted
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial multiverse

Setelan Free Software

Setelan Free Software ini ditujukan bagi pengguna yang hanya mau menggunakan free software semata tanpa proprietary. Yang ada di sini hanyalah komponen main dan komponen universe.

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial universe



deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-updates main
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu xenial-security main

Cara Menyunting sources.list

Cara paling mudah menyunting sources.list adalah secara GUI dengan program software-properties-gtk atau Software Sources di menu di Unity. Adapun pengguna yang mau menyunting seperti penjelasan di dalam tulisan ini, gunakanlah penyunting teks. Di Ubuntu, penyunting teks yang tersedia adalah gedit (GUI), nano (CLI), dan vim (CLI). Silakan pilih perintah yang Anda suka untuk menyunting:

  • sudo gedit /etc/apt/sources.list
  • sudo nano /etc/apt/sources.list
  • sudo vi /etc/apt/sources.list

Pengguna pemula umumnya lebih suka menyunting dengan gedit karena ia memiliki tampilan GUI yang mudah digunakan.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

Terdapat larangan umum yang harus diperhatikan pengguna Ubuntu atau Debian yang harusnya tidak dilakukan. Jika dilanggar maka risiko terburuknya sistem akan rusak dan tidak dapat diperbaiki kecuali instal ulang.

  1. Jangan menggunakan sumber repositori yang tidak terpercaya. Selalu gunakan sumber repositori yang berasal dari developer aslinya. 
  2. Jangan mencampur repositori berbeda versi bersamaan, misalnya di Debian menggunakan repositori experimental, sid, dan testing bersamaan.

Kamus Istilah

Sources: sumber-sumber; di dalam konteks manajemen paket sources maksudnya alamat URL dari repositori yang hendak dituju. APT bekerja dengan sistem alamat URL untuk mengetahui di mana letak paket-paket yang hendak diambil. Jika tidak ada alamat URL (baca: sources) maka APT tidak bisa mengambil apa-apa.

Keluarga UNIX: sistem operasi baik yang merupakan turunan UNIX langsung, atau tersertifikasi UNIX(R) oleh The Open Group, atau UNIX-like. Contoh keluarga UNIX adalah BSD dan GNU/Linux. Windows bukan keluarga UNIX.

xenial: Xenial Xerus; nama rilis untuk Ubuntu 16.04. Sama seperti nama Jessie bagi Debian 8.

Referensi

Review Artikel Ini

Kualitas isi & gaya bahasa artikel :

Isi Form Feedback

Berikan alasan Anda memberikan review rendah

RajaBackLink.com

Ini Komentar Mereka . . .

Yakin Ngga Mau Komen ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.