Seri LVM 3 : Dasar-Dasar Manajemen LVM

Dapatkan update terbaru Linuxku.com di kanal Telegram https://telegram.me/linuxkudotcom.

Seri LVM (Logical Volume Management) adalah seri yang membahas bagaimana cara menggunakan dan memanajemen LVM di Linux.

Lihat seri-seri LVM sebelumnya :

Seri LVM 1 : Konsep Logical Volume Management (LVM) di Linux
Seri LVM 2 : Instalasi Centos 7 dengan partisi LVM

Di seri LVM 3 kali ini, saya akan memberikan dasar-dasar manajemen LVM yang paling sering dilakukan. Agar tidak muncul kebingungan saat mengikuti artikel ini, mohon untuk sudah membaca dan mengikuti seri LVM dari seri pertama. Karena disini kondisinya saya akan menggunakan partisi LVM yang sudah dibuat pada saat instalasi. Dan itu semua sudah dijelaskan pada Seri LVM 2 : Instalasi Centos 7 dengan partisi LVM.

Sistem operasi yang saya gunakan di artikel ini adalah Centos 7. Tapi kalian juga bisa menerapkannya di variant Linux lainnya yang berbasis Debian maupun berbasis Red Hat.

Persiapan

Paket yang diperlukan untuk manajemen LVM adalah lvm2. Jadi pastikan kalian sudah menginstallnya terlebih dahulu.

 Debian-based  
 # apt-get install lvm2  
 RHEL-based  
 # yum install lvm2  

Mengecek Physical Volume, Volume Group, dan Logical Volume

Untuk mengecek Physical Volume yang tersedia :

 # pvs  

Keterangan :

1. Nama partisi yang digunakan.
2. Nama Volume Group yang menggunakan Physical Volume ini.
3. Arsitektur yang digunakan.
4. Attribut yang digunakan. A berarti Allocatable atau bisa dialokasikan ke Volume Group.
5. Ukuran dari Physical Volume ini.
6. Ukuran yang masih bisa digunakan dari Physical Volume ini.

Atau bisa juga dengan menggunakan perintah pvdisplay untuk melihat hasil yang lebih lengkap :

 # pvdisplay  

Keterangan :

1. Nama partisi yang digunakan.
2. Nama Volume Group yang menggunakan Physical Volume ini.
3. Ukuran dari Physical Volume ini.
4. Allocatable berarti bisa dialokasikan ke Volume Group.
5. Ukuran per-PE (Physical Extends). Ukuran LVM bisa ditentukan oleh satuan Byte (MB, GB) maupun PE. Jika menggunakan PE, rumus umumnya adalah :

Ukuran partisi yang diinginkan (MB)/Ukuran per-PE (MB)

Misal kita ingin membuat partisi 10GB. Jika kita anggap 10GB adalah 10.000MB, maka 10.000MB/4MB = 2500. Jadi kita bisa menulis 10GB atau 2500 PE.

6. Ukuran keseluruhan PE. 2751 adalah PE dari 10.75 GB, sesuai dengan ukuran Physical Volume saya.
7. Ukuran PE yang tersisa.
8. Ukuran PE yang sudah terpakai.
9. UUID dari Physical Volume ini.

Disani terlihat bahwa kita hanya mempunyai satu buah Physical Volume yang berukuran 10.75GB.

Selanjutnya kita akan mengecek Volume Group. Bisa gunakan perintah :

 # vgs  

Keterangan :

1. Nama Volume Group yang digunakan.
2. Jumlah Physical Volume yang ada di Volume Group ini.
3. Jumlah Logical Volume yang ada di Volume Group ini.
4. Atribut yang digunakan. W berarti bisa ditulis, Z berarti bisa di ubah ukurannya.
5. Ukuran dari Volume Group ini.
6. Ukuran yang masih bisa digunakan dari Volume Group ini.

Atau bisa juga menggunakan perintah vgdisplay :

 # vgdisplay  

Keterangan :

1. Nama Volume Group.
2. Arsitektur yang digunakan.
3. VG ini bisa dibaca dan ditulis.
4. VG ini bisa diubah ukurannya.
5. Jumlah keseluruhan Logical Volume yang masih bisa digunakan.
6. Jumlah Logical Volume yang sedang digunakan.
7. Jumlah Logical Volume yang aktif.
8. Jumlah keseluruhan Physical Volume yang masih bisa digunakan.
9. Jumlah Physical Volume yang sedang digunakan.
10. Jumlah Physical Volume yang aktif.
11. Ukuran VG ini.

Untuk PE Size sampai VG UUID sama saja seperti penjelasan pada bagian Physical Volume. Disini juga kita terlihat hanya memiliki satu buah Volume Group bernama vgsistem dengan ukuran 10.75GB berdasarkan Physical Volume yang sudah kita tambahkan ke Volume Group ini.

Terakhir, kita bisa melihat Logical Volume dengan perintah berikut :

 # lvs  

Keterangan :

1. Nama Logical Volume
2. Nama Volume Group yang digunakan oleh Logical Volume.
3. Ukuran Logical Volume

Atau dengan perintah lvdisplay untuk melihat info yang lebih lengkap :

 # lvdisplay  

Keterangan :

1. Letak Logical Volume. Misal kita ingin me-mounting Logical Volume ini, maka Path inilah yang akan kita gunakan.
2. Nama Logical Volume.
3. Nama Volume Group yang digunakan oleh Logical Volume.
4. UUID dari Logical Volume.
5. Logical Volume ini bisa dibaca dan ditulis.
6. Status dari Logical Volume.
7. Ukuran dari Logical Volume.

Terlihat bahwa kita mempunyai dua buah Logical Volume bernama lvroot dengan ukuran 9.77GB dan lvswap dengan ukuran 1GB. Keduanya sama-sama berada di dalam Volume Group vgsistem.

Semua hasil output diatas merupakan hasil dari sistem pemartisian LVM yang sudah kita lakukan pada saat instalasi.

Mengurangi dan Memperbesar Ukuran Logical Volume

Salah satu kecanggihan dari LVM adalah kita bisa dengan mudah mengurangi maupun memperbesar ukuran dari Logical Volume. Kita bisa mengurangi ukuran dari Logical Volume yang lain, lalu mengalokasikan ukuran yang sudah kita ambil tersebut untuk Logical Volume yang lain lagi. Selain itu kita juga bisa memperbesar ukuran Logical Volume yang sudah ada dari penambahan Physical Volume yang baru.

Pertama-tama kita akan coba untuk mengambil/mengurangi ukuran dari Logical Volume yang sudah ada untuk dialokasikan ke Logical Volume yang lain.

nb : Alokasi antar Logical Volume hanya bisa dilakukan didalam satu Volume Group yang sama. Kecuali kita meresize juga ukuran Volume Groupnya untuk dialokasikan ke Volume Group yang lain. Ini akan kita bahas selanjutnya.

Skenario yang saya gunakan adalah, saya akan mengambil ukuran Logical Volume lvswap sebanyak 500MB untuk ditambahkan ke Logical Volume lvroot.

Untuk mengambil ukuran lvswap, kita bisa gunakan format berikut :

 # lvreduce -L-UkuranYangInginDikurangiSatuan LetakBlockDevice   

Contoh :

 # lvreduce -L-500M /dev/vgsistem/lvswap   

Yang berarti kita akan mengambil 500MB dari Logical Volume lvswap,

Atau :

 # lvreduce -LUkuranYangInginDitetapkanSatuan LetakBlockDevice   

Contoh :

 # lvreduce -L500M /dev/vgsistem/lvswap

Yang berarti kita akan merubah ukuran Logical Volume lvswap menjadi 500MB. Ukuran awal lvswap adalah 1000 MB, sehingga jika diambil 500MB maka menjadi 500MB. Hati-hati, perhatikan baik-baik perbedaan antara perintah pertama dan kedua.

Cek dengan perintah lvs dan vgs untuk melihat bahwa benar ukuran lvswap sudah berkurang 500MB, dan kita sekarang mempunyai alokasi 500MB di Volume Group vgsistem.

 # lvs

 # vgs

Selanjutnya kita akan tambahkan 500MB tersebut ke Logical Volume lvroot. Perintahnya hampir sama dengan perintah mengurangi, yaitu kita bisa menambahkan ukuran atau merubah ukuran sesuai jumlah yang ingin ditambahkan.

 # lvextend -L+500M /dev/vgsistem/lvroot

Yang berarti kita akan menambahkan 500MB ke Logical Volume lvroot,

Atau :

 # lvextend -L10.2G /dev/vgsistem/lvroot 

Yang berarti kita mengubah ukuran lvroot menjadi 10.2GB. Karena ukuran awal lvroot adalah 9.7GB, jika ditambah dengan 500MB akan menjadi 10.2GB.

Jika tidak ada pesan error, maka seharusnya ukuran lvroot sudah bertambah 500MB sekarang. Bisa kalian cek sendiri dengan perintah lvs atau vgs. Tetapi walaupun ukuran Logical Volume sudah bertambah, sebenarnya ukuran asli file sistemnya belum berubah. Oleh karena itu kita harus meresizenya dengan menggunakan perintah ini :

 Untuk yang menggunakan filesystem Ext4  
 # resize2fs /dev/mapper/vgsistem-lvroot   
 Untuk yang menggunakan filesystem Xfs  
 # xfs_growfs /dev/mapper/vgsistem-lvroot  

Hasilnya bisa kalian bandingkan saat lvroot belum diresize :

 # df -kh

Dengan sesudah diresize :

Menambahkan dan Menghapus Physical Volume

Selanjutnya kita akan mencoba skenario apabila suatu saat kita ingin membuat partisi baru atau harddisk baru yang ingin kita tambahkan ke LVM yang sudah ada. Pertama kali tentunya kita harus membuat partisi bertipe LVM, dan membuat partisi tersebut menjadi Physical Volume.

Disini saya akan membuat partisi baru dari harddisk yang sudah ada, yaitu /dev/sda. Tapi apabila kalian ingin membuat partisi baru dari harddisk yang berbeda, juga tidak apa-apa karena caranya sama.

Pertama kali cek terlebih dahulu Harddisk yang ingin kita partisi.

 # fdisk -l

Perhatikan yang saya beri tanda kotak. Disana harddisk saya hanya memiliki 1 label, yaitu /dev/sda. Apabila kalian menambahkan harddisk baru, pasti disana juga akan muncul harddisk kedua berlabel /dev/sdb. Label inilah yang tinggal kalian sesuaikan. Berhubung saya hanya pakai 1 harddisk, maka untuk selanjutnya saya akan pakai /dev/sda.

Partisi harddisk /dev/sda dengan perintah berikut :

 # fdisk /dev/sda

Kemudian ikuti langkah-langkah dibawah ini :

1. Tekan n untuk membuat partisi baru
2. Tekan p untuk membuat jenis partisi Primary
3. Langsung Enter saja saat diminta memasukkan partition number. Disini milik saya adalah /dev/sda3.
4. Langsung Enter saja jika diminta memasukkan First Sector
5. Masukkan ukuran yang diinginkan dengan format +UkuranSatuan (Contoh : +4G)
6. Tekan t untuk merubah tipe partisi
7. Langsung Enter saja untuk Partition Number.
8. Ketikkan 8e untuk menjadikan partisi kita bertipe LVM.
9. Tekan p untuk cek hasil partisi yang sudah dibuat.
10. Terakhir tekan w untuk menyimpan partisi yang sudah kita buat.

Selanjutnya restart terlebih dahulu server dengan perintah :

 # reboot

Untuk semua langkah-langkah diatas, tidak akan dijelaskan secara terperinci maksudnya. Kalian bisa cari artikel-artikel lain yang memang membahas mengenai cara pemartisian harddisk menggunakan fdisk di Linux.

Setelah komputer nyala kembali, sekarang kalian sudah bisa menggunakan partisi yang sudah dibuat tadi, yaitu partisi /dev/sda3.

Untuk menambahkan Physical Volume baru, kalian bisa ketikkan perintah ini :

 # pvcreate /dev/sda3

Cek dengan perintah :

 # pvs

Sedangkan untuk menghapus, kalian bisa gunakan perintah :

 # pvremove /dev/sda3

Cek kembali dengan perintah :

 # pvs

Terakhir buat kembali Physical Volumenya, karena akan kita gunakan untuk tahap berikutnya.

Membuat, Merubah ukuran, dan Menghapus Volume Group

Volume Group dapat kita ubah ukurannya dengan cara menambahkan atau menghapus Physical Volume ke atau dari Volume Group tersebut. Sebagai contoh, saat ini kita sudah mempunyai satu buah Volume Group berukuran 10.75GB yang bernama vgsistem. Kita bisa perbesar ukuran Volume Group vgsistem sebesar 4GB dengan cara menambahkan Physical Volume /dev/sda3 yang sudah kita buat sebelumnya dengan mengetikkan perintah berikut :

 # vgextend vgsistem /dev/sda3

Kalian bisa bandingkan ukuran Volume Group vgsistem saat sebelum diperbesar dengan sesudah diperbesar.

 # vgs

Tentunya setelah ukuran Volume Group diperbesar, kalian bisa memperbesar juga ukuran Logical Volume yang ada didalam Volume Group tersebut atau bisa juga membuat Logical Volume baru.

Selanjutnya kita bisa mengurangi ukuran Volume Group dengan cara mengeluarkan salah satu atau lebih Physical Volume dari Volume Group itu.

 # vgreduce vgsistem /dev/sda3

Bandingkan kembali hasilnya :

 # vgs

Lalu bagaimana jika kalian ingin membuat Volume Group baru? Kalian bisa gunakan format berikut :

 # vgcreate namavolumegroup physicalvolume1 physicalvolume2 dst

Contoh :

 # vgcreate vgdata /dev/sda3

Jika kalian ingin menambahkan beberapa Physical Volume, bisa gunakan perintah berikut :

 # vgcreate vgdata /dev/sda3 /dev/sda5 /dev/sda6

Sedangkan cara menghapus Volume Group, bisa gunakan perintah :

 # vgremove namavolumegroup

Contoh :

 # vgremove vgdata

Terakhir, jangan lupa untuk membuat kembali Volume Group vgdata karena akan kita gunakan untuk tahap selanjutnya.

 # vgcreate vgdata /dev/sda3

Membuat dan Menghapus Logical Volume

Sebelumnya kita sudah mempelajari cara mengubah ukuran dari Logical Volume yang sudah ada. Nah, pada bagian ini kita akan coba untuk membuat Logical Volume baru agar tau cara untuk memounting Logical Volume ke suatu direktori.

Untuk membuat Logical Volume baru, formatnya adalah sebagai berikut :

 # lvcreate -LUkuranSatuan -n namaLogicalVolume namaVolumeGroup

Contoh jika saya ingin membuat Logical Volume bernama lvdata didalam Volume Group vgdata dengan ukuran 3.9GB (karena Volume Groupnya hanya berukuran 4GB, disarankan untuk tidak membuat Logical Volume berukuran sama persis dengan Volume Groupnya agar tidak timbul pesan error) :

 # lvcreate -L3.9G -n lvdata vgdata

Kemudian kalian bisa cek dengan perintah :

 # lvs
 # vgdisplay vgdata

Sedangkan cara untuk menghapus Logical Volume, kalian bisa gunakan format berikut :

 # lvremove letakBlockDevice

Contoh :

 # lvremove /dev/vgdata/lvdata

Terakhir, buat kembali Logical Volume lvdata karena kita akan menggunakannya untuk tahap berikutnya.

Memformat dan Memounting Logical Volume

Agar suatu Logical Volume dapat kita gunakan, kita perlu memformatnya terlebih dahulu dengan tipe filesystem seperti Ext4 atau Xfs. Setelah diformat, kita juga perlu me-mounting Logical Volume ini ke sebuah direktori. Di bagian ini saya akan menjelaskan langkah-langkahnya.

Untuk memformat Logical Volume, gunakan perintah berikut :

 Untuk tipe Ext4  
 # mkfs.ext4 /dev/vgdata/lvdata  
 Untuk tipe Xfs 
 # mkfs.xfs /dev/vgdata/lvdata  

Setelah terformat, buatlah sebuah direktori untuk memounting Logical Volume ini. Bebas saja. Disini saya membuatnya di direktori /data.

 # mkdir /data  

Lalu mount dengan perintah berikut :

 # mount /dev/vgdata/lvdata /data  

Cek hasilnya dengan perintah berikut :

 # df -kh  

Sampai sini kalian sudah berhasil menggunakan Logical Volume tetapi masih dengan proses mounting yang tidak permanen. Jadi nanti setelah komputer restart, Logical Volume lvdata tidak akan otomatis ter-mounting ke /data lagi.

Cara untuk memounting lvdata secara permanen, kita harus tambahkan konfigurasi yang dibutuhkan pada file /etc/fstab.

Pertama-tama dapatkan terlebih dahulu UUID dari Logical Volume lvdata. Saya lebih memilih metode untuk menggunakan UUID daripada langsung menggunakan alamat Block Devicenya seperti /dev/vgdata/lvdata. Karena dengan menggunakan UUID, akan lebih aman dari resiko gagal mounting saat komputer baru menyala/booting.

Dapatkan UUID dengan perintah blkid :

 # blkid -s UUID -o value /dev/vgdata/lvdata  

Simpan hasil outputnya, kemudian kalian edit file /etc/fstab dan tambahkan baris berikut di paling bawah :

Sesuaikan bagian kode UUID, tempat mounting, dan jenis filesystem. Misal kalian menggunakan tipe filesystem Ext4, maka gantilah xfs menjadi ext4. Begitupun dengan tempat mounting /data, bisa kalian ganti dengan direktori lain sesuai yang kalian inginkan.

Simpan dan tutup file tersebut, kemudian restart komputer :

 # reboot  

Seharusnya saat kalian cek dengan perintah df -kh setelah restart, kalian masih mendapati lvdata tetap termounting ke /data. Cobalah juga untuk membuat file/folder didalam direktori /data agar lebih yakin.

Sampai sini semoga kalian sudah cukup mendapatkan dasar untuk memanajemen LVM di Linux. Kalian bisa explore kembali untuk perintah-perintah yang lain karena sebenarnya perintah-perintah LVM ini hampir sama baik untuk perintah manajemen Physical Volume, Volume Group, maupun Logical Volume. Kalian bisa lihat catatan singkat keseluruhan perintah yang sering digunakan dalam manajemen LVM berikut ini :

Sampai bertemu di seri LVM selanjutnya, dan jika ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan saja pada kolom komentar. Semoga bermanfaat 🙂

SUMBER 1
SUMBER 2

Komentar Pembaca . . .

Yakin Ngga Mau Diskusi ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.