Dasar Konfigurasi IP, Gateway, DNS Static/DHCP di RHEL/CentOS/Ubuntu/Debian

Dapatkan update terbaru Linuxku.com di kanal Telegram https://telegram.me/linuxkudotcom.

Di artikel ini saya akan memberikan gambaran mengenai perbedaan konfigurasi IP, Gateway, serta DNS menggunakan metode manual maupun DHCP di distro berbasis Redhat dan Debian. Mengingat konfigurasi-konfigurasi ini merupakan hal paling vital dalam membuat sebuah server. Saya selalu berpegang teguh pada prinsip bahwa yang terpenting konfigurasi jaringannya terlebih dahulu, baru yang lain-lainnya belakangan. Yang penting server kita sudah bisa diakses jaringan dan sudah bisa akses internet, itu yang terpenting.

Prasyarat

1. Saya tidak akan menjelaskan konsep dari TCP/IP, konsep apa itu DNS, dan konsep apa itu gateway. Sehingga kalian dituntut harus sudah paham kenapa gateway harus ke modem, kenapa netmasknya 255.255.255.0, kenapa dnsnya menggunakan 8.8.8.8, kenapa jika eth0 192.168.0.2 eth1 tidak boleh 192.168.0.3, dll.
2. Saya tidak akan menjelaskan fungsi text editor seperti nano/vim. Silahkan gunakan editor yang anda suka.
3. Jalankan semua perintah di artikel ini dengan hak akses root. Boleh menggunakan sudo. Saya sudah tandai dengan lambang pagar (#) diawal setiap perintah yang menandakan itu dijalankan oleh user root.

Topologi jaringan

Saya akan menggunakan konsep jaringan dasar dengan dua buah interface, agar apabila nanti kalian menggunakan server ini sebagai router juga sudah tahu bagaimana cara konfigurasinya.

DHCP
Internet —- modem(192.168.0.1) —– (DHCP dari Modem)eth0 server eth1(172.21.100.1) —– (172.21.100.2) klien

Statik
Internet —- modem(192.168.0.1) —– (192.168.0.2)eth0 server eth1(172.21.100.1) —– (172.21.100.2) klien

Ubuntu/Debian

File konfigurasi jaringan di distro berbasis debian adalah /etc/network/interfaces. Edit file tersebut :

# vim /etc/network/interfaces

Biasanya didalam file tersebut sudah ada isinya. Tinggal disesuaikan saja.

Konfigurasi DHCP

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet dhcp

auto eth1
iface eth1 inet static
address 172.21.100.1
netmask 255.255.255.0

Disana terlihat bahwa eth0 dikonfigurasi sebagai dhcp tanpa perlu memasukkan atribut IP apapun. Sedangkan untuk interface lokal eth1, tidak perlu memasukkan gateway maupun dns karena semua sudah dikonfigurasi di interface publik eth0.

Konfigurasi Static

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.0.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.0.1
dns-nameservers 180.131.144.144 180.131.155.155

auto eth1
iface eth1 inet static
address 172.21.100.1
netmask 255.255.255.0

Untuk konfigurasi statik perbedaannya kita perlu memasukkan opsi gateway dan dns-nameservers untuk konfigurasi gateway dan DNS.

Untuk membuat efeknya berjalan langsung jalankan perintah ini :

# service networking restart

Apabila tidak bisa, langsung restart server :

# reboot

Cek konfigurasi IP :

# ifconfig

eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 54:be:f7:2d:8b:36
inet addr:192.168.0.2 Bcast:192.168.0.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::56be:f7ff:fe2d:8b36/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:6062447 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:3464344 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:637053831 (637.0 MB) TX bytes:321040935 (321.0 MB)
Interrupt:20 Memory:f7c00000-f7c20000

eth1 Link encap:Ethernet HWaddr 54:be:c9:2d:6b:76
inet addr:172.21.100.1 Bcast:172.21.100.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe89::58be:f7ff:ff2d:8b36/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:6062447 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:3464344 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:637053831 (3.0 MB) TX bytes:321040935 (401.0 MB)
Interrupt:20 Memory:f7c00000-f7c20000

Cek konfigurasi gateway :

# route -n

Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
0.0.0.0 192.168.0.1 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
172.21.100.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 0 0 0 eth1
192.168.0.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0

Cek konfigurasi DNS :

# cat /etc/resolv.conf
# Generated by NetworkManager
nameserver 180.131.144.144
nameserver 180.131.155.155

RHEL/CentOS

File konfigurasi jaringan di distro berbasis Redhat sedikit berbeda. Konfigurasinya terpisah kedalam beberapa file. Nama interfacenya pun terkadang bukan eth0 dan eth1. Pada kasus saya menggunakan CentOS 7, nama interface eth0 nya adalah enp0s3 dan eth1nya enp0s8. Silahkan kalian sesuaikan masing-masing.

Pertama kita konfigrasi terlebih dahulu interface public enp0s3. Letak filenya ada di /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-enp0s3 :

# vim /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-enp0s3

nb : sesuaikan nama setelah ifcfg- dengan nama interface masing-masing. Apabila eth0 maka ifcfg-eth0.

Konfigurasi DHCP

Biasanya didalam file tersebut sudah ada isinya. Tinggal disesuaikan saja.

TYPE=Ethernet
BOOTPROTO=dhcp
DEFROUTE=yes
IPV4_FAILURE_FATAL=no
NAME=enp0s3
UUID=b087c3fb-ea63-45d1-8209-e06e93af9cf2
ONBOOT=yes
HWADDR=08:00:27:59:BF:1B
PEERDNS=yes
PEERROUTES=yes

nb : abaikan bagian-bagian yang bersifat dinamis, yang pasti berbeda antara milik saya dengan kalian. Yaitu HWADDR,UUID, dan NAME. Untuk UUID apabila tidak ada, tidak apa-apa. Tidak usah diisi.


Inti dari konfigurasi DHCP nya terdapat pada baris BOOTPROTO=dhcp untuk menandakan dia meminta DHCP, PEERDNS=yes untuk menandakan dia meminta konfigurasi DNS, PEERROUTES=yes untuk menandakan dia meminta konfigurasi gateway.


Konfigurasi Statik

TYPE=Ethernet
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.0.2
NETMASK=255.255.255.0

GATEWAY=192.168.0.1
NM_CONTROLLED=no
DEFROUTE=yes
IPV4_FAILURE_FATAL=no
NAME=enp0s3
UUID=b087c3fb-ea63-45d1-8209-e06e93af9cf2
ONBOOT=yes
HWADDR=08:00:27:59:BF:1B
DNS1=180.131.144.144
DNS2=180.131.155.155

Pada konfigurasi statik kita perlu menambahkan manual IP Address, Netmask, Gateway, beserta DNS.

#EDIT : Langkah dibawah ini (yang saya kecilkan hurufnya) tidak perlu dilakukan lagi.

Selain itu kita juga harus mengedit file /etc/sysconfig/network untuk mengkonfigurasi gateway.


# vim /etc/sysconfig/network

# Created by anaconda
NETWORKING=yes
HOSTNAME=server
GATEWAY=192.168.0.1



nb : sesuaikan HOSTNAME dengan nama hostname masing-masing.

Konfigurasi Lokal

Sedangkan untuk konfigurasi interface lokal enp0s8 tidak ada perbedaan antara DHCP maupun statik, karena dia selalu statik. Edit file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-enp0s8 :

# vim /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-enp0s8

TYPE=Ethernet
BOOTPROTO=static

IPV4_FAILURE_FATAL=no
NM_CONTROLLED=no 
NAME=enp0s8
UUID=aea0c4c2-417f-45a4-a10c-16659a95952b
ONBOOT=yes
HWADDR=08:00:27:D5:F7:A3
IPADDR=172.21.100.1
NETMASK=255.255.255.0
PREFIX=24

nb : abaikan bagian-bagian yang bersifat dinamis, yang pasti berbeda antara milik saya dengan kalian. Yaitu HWADDR, UUID, dan NAME. Untuk UUID apabila tidak ada, tidak apa-apa. Tidak usah diisi.

Untuk membuat efeknya berjalan langsung jalankan perintah ini :

# /etc/init.d/network restart

Apabila tidak bisa, langsung restart server :

# reboot

Cek konfigurasi IP :

# ifconfig

enp0s3: flags=4163 mtu 1500
inet 192.168.0.2 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.0.255
inet6 fe80::a00:27ff:fe59:bf1b prefixlen 64 scopeid 0x20
ether 08:00:27:59:bf:1b txqueuelen 1000 (Ethernet)
RX packets 2987 bytes 296997 (290.0 KiB)
RX errors 0 dropped 0 overruns 0 frame 0
TX packets 2282 bytes 237850 (232.2 KiB)
TX errors 0 dropped 0 overruns 0 carrier 0 collisions 0

enp0s8: flags=4163 mtu 1500
inet 172.21.100.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 172.21.100.255
inet6 fe80::a00:27ff:fed5:f7a3 prefixlen 64 scopeid 0x20
ether 08:00:27:d5:f7:a3 txqueuelen 1000 (Ethernet)
RX packets 70 bytes 10919 (10.6 KiB)
RX errors 0 dropped 0 overruns 0 frame 0
TX packets 114 bytes 11598 (11.3 KiB)
TX errors 0 dropped 0 overruns 0 carrier 0 collisions 0

Cek konfigurasi gateway :

# route -n

Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
0.0.0.0 192.168.0.1 0.0.0.0 UG 1024 0 0 enp0s3
169.254.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 1002 0 0 enp0s3
172.21.100.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 0 0 0 enp0s8
192.168.0.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 0 0 0 enp0s3

Cek konfigurasi DNS :

# cat /etc/resolv.conf
# Generated by NetworkManager
nameserver 180.131.144.144
nameserver 180.131.155.155

Semoga bermanfaat 🙂

Yakin Ngga Mau Diskusi ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.