Instalasi dan konfigurasi DNS server di Debian 6 squeeze

Hari ini mumpung ada waktu luang, pengen posting tentang debian lagi nih. Udah lama soalnya. 😀 Walaupun bahasannya udah ketinggalan jaman, yaitu tentang DNS server, tapi gapapa lah. Kan kali aja ada yang masih belum tau, hihi. Sayanya juga takut lupa nanti, soalnya pelajaran ini bakalan muncul di kelas 3 nanti. 😀

Sebenernya DNS server itu apa sih? Kalo kalian belum tau,nih saya kasih tau, merujuk dari wikipedia : DNS itu adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Kalo menurut saya sih, intinya fungsi DNS adalah merubah alamat IP yang berbentuk angka (ex:192.168.0.1) menjadi berbentuk huruf (ex:google.com). Ini sangat bermanfaat sekali. Karena otak manusia cenderung lebih mudah mengingat huruf-huruf daripada angka-angka. Sekarang, menurut kalian bukankah lebih mudah mengingat facebook.com kan daripada 74.59.210.3?

Kali ini DNS server yang akan kita install adalah DNS server berbasis local terlebih dahulu, jadi belum menjurus ke arah internet. tapi ya inilah yang sebenarnya jadi dasar untuk nantinya. Karena intinya sama aja kok. Kan kali aja suatu saat nanti kalian juga bisa mempunya DNS server sendiri di internet 😀

Langsung aja deh, kita anggap topologi jaringannya seperti ini

client—-dns server
ip dns server : 192.168.7.2 domain : empol.com subdomain : www.empol.com

Lalu seperti biasa pertama-tama nyalain debiannya, terus masukkin dvd 1 nya. lalu ketikkan :

# apt-get install bind9

Terus edit file named.conf.localnya.

# nano /etc/bind/named.conf.local

Tambahkan zone-zone nya. NB : untuk penjelasannya dipahamin sendiri aja ya ^^..

zone “empol.com” {
type master;
file “/etc/bind/db.empol”;
};

zone “7.168.192.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.2”;
};

Kemudian kopikan isi file db.localhost dan db.127 ke file db.empol dan db.2

# cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.empol
# cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.2

Setelah dikopi, edit hingga persis seperti gambar dibawah ini :

# nano /etc/bind/db.empol

Save dan tutup filenya, lalu edit file yang satunya lagi, db.2

# nano /etc/bind/db.2

Save dan tutup filenya.

Sekarang kalian edit file resolv.conf nya untuk memasukkan DNS addressnya.

# nano /etc/resolv.conf

Isikan dengan nameserver 192.168.7.2

Save dan tutup filenya.

Setelah itu restart bind9 nya dan test ping ke tiap domain seperti dibawah ini.

Jika bisa ngeping seperti diatas, maka instalasi dan konfigurasinya sudah berhasil. Semoga bermanfaat 🙂

Komentar Pembaca . . .

  1. perhatikan baik-baik file db. nya. mungkin ada kekeliruan satu huruf atau spasi, karena kalo settingannya persis kayak punya saya diatas pasti berhasil mas. saya udah puluhan kali nyoba dan udah nyoba di beberapa komputer selalu bisa 🙂

    Balas
  2. sudah berhasilkah?

    mas niatnya mau dibikinin lagi subdomain mail ya? jadinya mail.empol.com gitu? ipnya sama juga gapapa mas, beda juga gapapa. Tapi lebih baik sih beda 🙂

    Balas

Yakin Ngga Mau Diskusi ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.